TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Warga Kelurahan Binuang Kampuang Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, tengah menghadapi kesulitan serius untuk mendapatkan air bersih.
Sejak akhir November 2025 hingga saat ini, warga setempat harus berjuang ekstra keras hanya untuk memperoleh setetes air.
Krisis ini merupakan dampak dari banjir bandang yang melanda wilayah Kota Padang pada 27 November 2025, yang merusak infrastruktur air didalam tanah.
Akibatnya, sumur-sumur yang selama ini menjadi sumber kehidupan mendadak kering.
Salah satu warga terdampak, Yunimar, mengungkapkan kesulitannya hidup tanpa pasokan air bersih di rumah.
"Air bersih ini sangat penting, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari seperti buang air besar. Kalau tidak ada air, kami benar-benar kesulitan," ujarnya kepada TribunPadang.com, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Irigasi Rusak dan Sumur Kering, Warga Pasar Ambacang Kuranji Andalkan Bantuan Air Bersih
Kesulitan serupa juga dirasakan Aris Budiman, warga RT 04 RW 04.
Ia menyebutkan bahwa sumur miliknya yang sedalam 7 meter kini sudah tidak mengeluarkan air sama sekali.
Bahkan, tetangga sebelah rumahnya mencoba menambah kedalaman sumur hingga 11 meter, namun hasilnya tetap nihil.
Pantauan TribunPadang.com di lokasi menunjukkan warga telah menyiapkan sekitar 30 wadah penampung air di pinggir jalan, mulai dari ember plastik hingga jeriken berbagai ukuran.
Senyuman tipis tetap terlihat saat truk tangki BPBD Kota Padang tiba untuk menyalurkan bantuan.
Aris Budiman mengaku ini adalah kali ketiga ia menerima bantuan air, sebelumnya dua kali dari PMI. Hari ini, bantuan datang dari BPBD Kota Padang.
Penyebab utama kekeringan ini diduga kuat karena rusaknya aliran Sungai Batu Busuak. Perubahan aliran dan kerusakan saluran irigasi membuat resapan air ke sumur-sumur warga hilang pascabencana banjir.
Warga pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen, termasuk pembangunan kembali bendungan dan normalisasi aliran sungai, agar tidak terus bergantung pada bantuan tangki.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Albanna, menjelaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.
Saat ini, wilayah Pauh dan Kuranji menjadi titik terparah yang dilanda kekeringan akibat rusaknya irigasi.
Baca juga: Sumur Mengering Pascabencana, Warga Pauh Padang Andalkan Truk Tangki Bantuan
BPBD menyiagakan dua unit mobil tangki yang bekerja tanpa lelah.
“Dalam sehari, satu unit mobil bisa melakukan 7 trip pengiriman. Artinya ada 14 trip atau sekitar 70.000 liter air yang kami salurkan setiap harinya untuk warga," jelas Albanna.
BPBD memberikan catatan penting, bahwa bantuan air diprioritaskan untuk wadah portabel milik warga, bukan untuk mengisi tandon atau tedmon di rumah, agar bantuan merata.
Bagi masyarakat Kota Padang yang mengalami krisis air bersih, BPBD menghimbau agar segera melapor dengan menyertakan alamat yang jelas ke Pusdalops atau kontak BPBD, sehingga bantuan dapat dikirim ke lokasi.