BMKG NTT Ungkap Penyebab Hujan Lebat Landa NTT, Warga Diminta Waspada
January 17, 2026 05:36 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut adanya bibit siklon tropis 97S di Utara Benua Australia. 

Bibit siklon tropis itu menyebabkan NTT terjadi hujan sedang hingga lebat 17-23 Januari 2026. BMKG NTT berkata, sebagian besar Wilayah NTT saat ini berada pada periode puncak musim hujan. 

"Terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Utara Benua Australia yang berpotensi meningkat menjadi Siklon Tropis," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Sti Nenotek, Jumat, (16/1/2026). 

Akibatnya, kata dia, akan membentuk daerah perlambatan, belokan dan pertemuan angin di wilayah NTT. Fenomena lainnya adalah menguatnya Monsun Asia dan aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby, Kelvin dan Madden Julian Oscillation (MJO).

Baca juga: Gunung Ili Lewotolok Lembata Sudah 277 Kali Letusan

Hujan Lebat

"Mendukung terjadinya hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir/kilat dan angin
kencang di wilayah NTT," tambah Nenotek. 

Nenotek meminta agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertaipetir/kilat dan angin kencang di Wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Lembata, Flores Timur, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS,
Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah,
Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. 

Untuk itu, warga diimbau agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan
terhadap potensi dampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

"Lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut dan
udara, serta kegiatan luar ruangan seperti ibadah dan wisata," katanya. 

Khusus untuk daerah bertopografi curam atau tebing patut waspada akan potensi
tanah longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan sedang hingga sangat
lebat yang terjadi dalam durasi yang panjang.

"Waspada potensi banjir lahar hujan disekitar gunung berapi Lewotobi Laki-Laki di
wilayah Flores Timur," sambung Nenotek.

Secara khusus, ia meminta masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi secara berkala lewat analisis cuaca yang dirilis BMKG. Pihaknya juga meminta Kepala Daerah berkoordinasi dengan BPBD dan TNI/Polri terkait dengan peringatan dini ini. 

Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang, Yandri Tungga mengingatkan warga di pesisir akan resiko banjir rob yang berpeluang terjadi dari 16-18 Januari 2026. 

Dia menjelaskan, banjir rob merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang tinggi, kemudian menyebabkan daerah disekitarnya tergenang oleh air laut. 

Banjir rob pada rentang waktu peringatan dini itu, disebabkan adanya fenomena fase bulan baru pada tanggal 19 Januari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. 

"Berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang, dan potensi hujan sedang hingga lebat maka dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir pesisir," katanya.

Yandri meminta masyarakat pesisir agar waspada akan potensi fenomena banjir pesisir yang bisa melanda pesisir pulau Flores - Alor, pesisir pulau Sumba, pesisir pulau Sabu - Raijua, pesisir pulau Timor - Rote. 

Selain itu, banjir pesisir ini juga akan menggangu aktivitas di sekitar pelabuhan, tambak haram dan bongkar muat di dermaga. Warga perlu waspada terhadap kondisi itu. 

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujarnya. (fan) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.