TRIBUNTRENDS.COM - Inilah sosok Reza Pribadi, ayah dari Rylan Henry Pribadi yang kabar meninggalnya viral di media sosial.
Rylan adalah pemuda 17 tahun cucu konglomerat Henry Pribadi.
Rylan merupakan putra satu-satunya dari Reza Pribadi.
Reza Pribadi sosok yang sangat dikenal di kalangan pengusaha Indonesia.
Ia merupakan bagian dan konglomerasi Napan Group, perusahaan yang bergerak di berbagai sektor.
Napan Group awalnya dikenal sebagai salah satu konglomerat lawas yang dibangun sejak awal 1970-an dan berkembang ke berbagai sektor seperti manufaktur, komunikasi, properti dan lainnya.
Baca juga: Rylan Henry Pribadi Cucu Konglomerat yang Wafat saat Main Ski di Jepang, Mati Lemas Terjerat Tali
Reza Pribadi merupakan putra dari pendiri Napan Group, Henry Pribadi.
Dalam struktur bisnis dan kepemilikan, Reza tercatat terlibat di sejumlah perusahaan afiliasi keluarga.
Ia juga tercatat dalam kepemilikan saham perusahaan tertentu yang terkait dengan keluarga besar Pribadi.
Namun Reza memang bukan pendiri atau pemimpin utama Napan Group.
Reza adalah bagian dari generasi kedua dari keluarga konglomerat tersebut.
Statusnya sebagai anak membuat ia ikut terlibat dalam struktur bisnis dan kepemilikan.
Henry Pribadi diketahui adalah pemilik dari Napan Group, konglomerasi bisnis yang membidangi berbagai sektor.
Berdasarkan unggahan dari pengusaha dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F. Gontha di akun Facebook pribadinya, Rylan Henry Pribadi mengembuskan napas terakhirnya saat berada di Jepang.
Penyebab kepergiannya disebutkan karena sebuah kecelakaan olahraga.
"Saya ingin menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya secara pribadi kepada Henry dan Emmy, atas kepergian cucu tercinta mereka, Rylan, dalam sebuah kecelakaan olahraga di Jepang," tulis Peter F. Gontha seperti dikutip Grid.ID, Sabtu (17/1/2026).
Peter juga menambahkan betapa tidak terbayangkannya rasa duka yang dialami keluarga saat harus kehilangan anak yang masih begitu muda.
Berdasarkan foto kenangan dan kartu duka yang beredar, Rylan Henry Pribadi lahir pada 22 Februari 2008 dan meninggal dunia pada 7 Januari 2026.
Ia meninggal dunia di usia 17 tahun.
Rylan meninggal setelah mengalami kecelakaan saat bermain ski di Jepang.
Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah seorang pemain ski lain melihat tubuh korban tergeletak di lintasan dalam kondisi tidak bergerak.
Saksi tersebut kemudian segera melaporkan kejadian itu kepada pihak pengelola resor ski.
Petugas resor yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan mendapati korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Pihak pengelola kemudian menghubungi layanan darurat serta kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, nyawanya dinyatakan tidak tertolong.
Berdasarkan keterangan Kepolisian Hokkaido, di lokasi kejadian terdapat deretan tiang dengan jarak kurang lebih 10 meter satu sama lain.
Tiang-tiang tersebut dihubungkan oleh tali yang berfungsi sebagai penanda batas lintasan ski dan area yang tidak boleh dilewati pemain.
Saat meluncur di lereng, korban diduga tidak menyadari keberadaan tali pembatas tersebut.
Dalam kecepatan tertentu, leher korban mengenai tali, menyebabkan ia terjatuh keras dan kehilangan kesadaran di tempat kejadian.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti kecepatan korban saat meluncur maupun posisi tubuhnya sesaat sebelum kecelakaan terjadi.
Untuk memastikan penyebab kematian, pihak berwenang Jepang melakukan autopsi terhadap jenazah korban pada Jumat, 9 Januari 2026.
Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat asfiksia atau mati lemas.
“Asfiksia disebabkan oleh tekanan pada bagian leher akibat lilitan tali pembatas lintasan,” ujar pihak kepolisian.
Pemeriksaan medis juga tidak menemukan adanya luka lain di tubuh korban.
Tidak terdapat patah tulang maupun cedera berat lain yang mengindikasikan benturan keras di bagian tubuh selain leher.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian korban murni disebabkan oleh insiden lilitan tali pembatas, bukan akibat kecelakaan lain seperti tabrakan dengan pemain ski lain atau objek keras.
(Tribun Trends/GPS)