Beradar Foto, Pendaki Temukan Serpihan Diduga Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaruang Pangkep
January 17, 2026 06:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Pendaki merekam diduga serpihan Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air di Transport di atas Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026) sore ini.

Pesawat itu ditemukan satu jam yang lalu di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Salah satu pendaki merekam potongan serpihan pesawat yang terbakar dan memperlihatkan benda bulat bergambar burung Garuda.

Saat ini Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep menerjunkan personel sebanyak enam orang di lokasi.

Baca juga: Jejak Penerbangan Pesawat ATR 42-500 Sebelum Dilaporkan Hilang, Tim SAR Sisir Leang-Leang Maros

Baca juga: BREAKING NEWS : Pesawat ATR dari Jogja Tujuan Makassar Dilaporkan Hilang Kontak di Maros

"Tim sudah berangkat sejak satu jam yang lalu," kata Herianti Tualle dari BPBD Pangkep melansir Tribun-Timur.com.

Basranas Makassar Turunkan Tim

Tim Basarnas Makassar melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik hilang kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan nomor registrasi PK-THT, Sabtu (17/1/2026). 

PESAWAT HILANG- Pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros hingga Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), sekitar pukul 13.17 Wita.
PESAWAT HILANG- Pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros hingga Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), sekitar pukul 13.17 Wita. (Istemewa)

Area pencarian berada di sekitar kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 13.17 Wita.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel secara bertahap ke lokasi pencarian. 

Tim awal diterjunkan untuk melakukan asesmen lapangan sebelum pengerahan kekuatan penuh.

“Saat ini kami menuju lokasi di sekitar Leang-Leang. Lima personel pertama diberangkatkan untuk asesmen, disusul 15 orang, dan total personel yang disiagakan mencapai 40 orang sesuai potensi yang ada,” ujar Andi Sultan melansir Tribun-Timur.com, Sabtu.

Selain personel darat, Basarnas juga mengerahkan satu unit drone untuk membantu proses pencarian dari udara. 

Informasi hilangnya kontak pesawat diterima Basarnas dari AirNav Indonesia Cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC).

Berdasarkan laporan AirNav, pesawat terakhir terdeteksi pada titik koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. 

Informasi diterima Basarnas dari Kantor Pelayanan Navigasi, AirNav Indonesia Cabang MATSC, di Makassar, pesawat tersebut hilang kontak di titik koordinat 04*57’08” S 119*42’54”E.

Pesawat mengangkut 3 penumpang dan 8 kru.

Data Penumpang

Data manifest penerbangan pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya dirilis, Sabtu (17/1/2026).

Total penumpang tercatat mencapai 11 orang di dalam pesawat ini.

Berdasarkan manifest yang beredar, pesawat tersebut membawa delapan kru penerbangan dan tiga penumpang.

Delapan kru penerbangan terdiri atas Kapten Andy Dahananto selaku pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak lainnya, yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita sebagai awak kabin, dan Esther Aprilita S. yang juga bertugas sebagai awak kabin.

Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifest masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi last contact pesawat yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Basarnas Makassar kemudian mendirikan posko SAR di sekitar titik koordinat terakhir yang diberikan AirNav.

Dalam operasi pencarian ini, tim SAR gabungan dibantu oleh unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

“Kami membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menuju beberapa titik yang kami curigai,” jelasnya.

Selain penyisiran darat, pencarian juga dilakukan menggunakan drone.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.