Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Prima Surbakti, menyebut kebijakan efisiensi anggaran negara menjadi tantangan sekaligus peluang bagi GMKI untuk tampil lebih inovatif dan mandiri menjelang pelaksanaan Kongres ke-40 (XL) GMKI tahun 2027 di Ambon, Maluku.
Hal tersebut disampaikan Prima usai bertemu dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis (15/1/2026).
Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis, mulai dari tantangan generasi muda, kebocoran anggaran APBN/APBD, hingga arah kebijakan efisiensi pemerintah.
Prima mengapresiasi sambutan hangat Gubernur Maluku serta adanya kesamaan pandangan antara PP GMKI dan Pemerintah Provinsi Maluku terkait penyelenggaraan Kongres XL GMKI yang akan digelar di tengah pengetatan anggaran negara.
“Kita memiliki cara pandang yang sama terkait tantangan pelaksanaan Kongres GMKI di era efisiensi anggaran. GMKI harus lebih kreatif, menghidupkan semangat gotong royong, serta merancang kongres yang inklusif, sederhana, namun tetap berdampak,” kata Prima, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik, Nilai IPP Malteng 2,56 Kategori C
Baca juga: Pasca Konflik Pemuda, Brimob Polda Maluku Gelar Kerja Bakti Humanis Bersama Warga STAIN
Ia menegaskan, GMKI tidak boleh bergantung pada kucuran dana pemerintah, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD.
Menurutnya, kebijakan efisiensi justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemandirian organisasi.
“Efisiensi anggaran ini seharusnya mendorong GMKI berpikir lebih maju. Kita harus menunjukkan bahwa GMKI mampu menyelenggarakan agenda nasional dengan kekuatan sendiri, tanpa membebani keuangan negara,” ujarnya.
Prima juga mengajak seluruh civitas GMKI Cabang Ambon, para senior, serta panitia kongres yang nantinya dibentuk untuk bersama-sama menyiapkan konsep kreatif menjelang Kongres XL GMKI 2027 di Ambon.
Ia menilai partisipasi aktif kader, penguatan jejaring kolaborasi, serta semangat gotong royong menjadi kunci utama agar kongres tetap berjalan bermartabat meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Dalam situasi seperti ini, kita justru ditantang merancang kongres yang sederhana, tetapi tetap berkualitas. Ini momentum membuktikan bahwa GMKI mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Prima menegaskan bahwa seluruh arah dan langkah organisasi harus tetap berlandaskan nilai-nilai pelayanan, integritas, dan tanggung jawab moral yang selama ini menjadi identitas GMKI.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi kompas agar GMKI tetap relevan dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan daerah, termasuk dalam mendukung pembangunan Maluku melalui peran aktif generasi muda Kristen.(*)