BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Wilayah-wilayah Ini, Daerahmu Termasuk?
GH News January 17, 2026 06:10 PM
Jakarta -

Fenomena tanah amblas hingga membentuk lubang raksasa atau sinkhole terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh

Kepala Pusat Risiko Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, mengingatkan masyarakat terkait potensi bahaya sinkhole atau lubang runtuhan tanah, khususnya di kawasan dengan lapisan batu gamping.

Adrin menjelaskan, kemunculan sinkhole kerap sulit diprediksi karena minimnya tanda-tanda awal yang dapat terdeteksi. Meski demikian, hasil kajiannya menunjukkan bahwa wilayah yang didominasi batu gamping memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap fenomena tersebut.

"Jika aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan," katanya dikutip dari laman BRIN, Sabtu (17/1/2026).

Apa Itu Sinkhole?

Adrin menjelaskan sinkhole merupakan fenomena alam yang disebabkan runtuhnya lapisan batu gamping di bawah permukaan tanah. Pembentukan sinkhole memerlukan waktu yang lama.

Prosesnya dipengaruhi oleh air hujan yang bersifat asam. Air hujan tersebut menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara dan permukaan tanah.

"Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batugamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan," terang Adrin.

Dalam waktu yang lama, air terus mengalir lewat rekahan dan memunculkan rongga yang semakin besar. Saat hujan deras, lapisan penutup rongga akan runtuh akibat tidak kuat menahan beban di atas.

"Saat itulah lapisan atap runtuh secara tiba-tiba dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang kita kenal sebagai sinkhole," katanya.

Sementara itu, air yang berada di kubangan sinkhole biasanya berasal dari air hujan dan air bawah permukaan. Sehingga kualitas airnya tidak bisa selalu layak dikonsumsi.

"Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan," ujarnya.

Daerah yang Rawan Sinkhole

Adrin melihat ada beberapa wilayah Indonesia yang rawan mengalami sinkhole. Misalnya Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros yang memiliki banyak wilayah batugamping.

Meski pengenalan tanda-tanda kemunculan sinkhole sulit diamati, tetapi potensinya dapat disurvei dengan metode geofisika seperti gaya berat, georadar atau geolistrik.

"Digunakan untuk memetakan sebaran, kedalaman, dan ukuran rongga di bawah tanah. Metode ini memberikan gambaran citra kondisi bawah permukaan sehingga potensi sinkhole bisa diantisipasi lebih dini," jelas Adrin.

Metode lainnya untuk mendeteksi sinkhole adalah dengan metode rekayasa geoteknik. Menurut Adrin, cara tersebut bisa dilakukan meski butuh upaya yang besar seperti harus mengebor dahulu permukaan dan menginjeksi semen, mortar, dan bahan kimia.

"Injeksi material grouting menggunakan pompa bertekanan. Tekanan dan volume injeksi dipantau dengan cermat agar tidak merusak struktur batuan di sekitar rongga. Lalu dilalukan pengecekan efektifitas grouting melalui uji permeabilitas atau pengujian geofisika lainnya untuk memastikan rongga sudah terisi dan stabilitas lapisan batuan sudah meningkat," ungkapnya.

Adrin mengingatkan warga untuk berhati-hati dengan kejadian hilangnya aliran air di sebuah permukaan secara tiba-tiba. Kondisi tersebut dapat memicu reruntuhan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.