Destinasi Wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara. Langkah itu dilakukan sebagai imbas akibat cuaca buruk.
Kawasan yang dijuluki surga di atas awan itu kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan jika cuaca sudah membaik.
"Untuk sementara waktu destinasi Wae Rebo ditutup dengan alasan cuaca sangat buruk," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut, Jumat (16/1/2026), dilansir detikBali.
Dia mengatakan hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah tersebut. Banyak pohon tumbang di sepanjang jalur treking ke puncak Wae Rebo.
Material longsor menutupi ruas jalan menuju Wae Rebo, Manggarai, NTT. Selasa (9/9/2025). (Istimewa/Mikael Tonso)
|
"Hujan angin, banyak pohon yang tumbang di jalan menuju destinasi tersebut," ujar Aloysius.
Pekerja pariwisata di Wae Rebo, Obhy Dermawan, mengatakan cuaca buruk saat ini tidak aman untuk kunjungan wisatawan.
"Mulai hari ini (kemarin, Red) tidak melayani kunjungan wisatawan. Ada pohon tumbang," ujar Obhy.
Wae Rebo, desa adat yang berada pada ketinggian 1.000 meter di atas laut (mdpl), biasa dijuluki surga di atas awan. Terdapat tujuh rumah adat yang menjadi ikon desa wisata tersebut, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut.
Wae Rebo juga menawarkan bentang alam yang indah dan budayanya yang unik. Wisatawan juga merasakan keramahtamahan warga setempat saat tiba di sana.








