TRIBUNNEWS.COM – Pemecatan Xabi Alonso usai kekalahan telak di Piala Super Spanyol 2026 telah membawa Real Madrid memasuki fase transformasi besar dan krisis identitas.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Real Madrid, Florentino Perez kini menyiapkan langkah strategis untuk musim panas mendatang, dengan satu nama besar muncul sebagai target utama: Jurgen Klopp.
Pelatih asal Jerman itu dianggap sebagai sosok ideal untuk memimpin proyek kebangkitan Los Blancos.
Baik dewan direksi maupun sebagian besar suporter memandang Klopp sebagai figur yang mampu mengembalikan daya saing Real Madrid di level tertinggi Eropa.
Namun, jalan menuju kesepakatan tidaklah mudah karena ada syarat yang diajukan Klopp jika ingin melatih Real Madrid.
Penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara dipahami internal klub sebagai solusi jangka pendek.
Meski mengenal DNA klub, Arbeloa tidak diproyeksikan menjadi pelatih permanen.
Fokus utama manajemen adalah membujuk Klopp untuk menerima tawaran melatih Real Madrid mulai Juni mendatang.
Klopp sendiri disebut tertarik dengan tantangan tersebut.
Setelah masa istirahat dari dunia kepelatihan, ia merasa cukup berenergi untuk kembali menangani klub sebesar Real Madrid.
Meski begitu, Klopp mengajukan satu syarat jika Real Madrid benar-benar ingin menjadikannya pelatih.
Baca juga: Real Madrid Siapkan Plan B! Gabriel Martinelli Masuk Radar Pengganti Vinicius
Namun, ketertarikan Klopp datang bersama tuntutan besar yang mengguncang Santiago Bernabeu.
Pelatih asal Jerman itu dikabarkan mengajukan satu syarat utama: Real Madrid harus bersedia melepas Vinicius Junior, seperti yang dilaporkan Fichajes.
Klopp menilai profil winger asal Brasil tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan disiplin serta intensitas kolektif yang menjadi fondasi pendekatan taktisnya.
Di sisi lain, Vinicius juga kerap disorot karena kesulitan mengendalikan emosi di lapangan. Hal itu terlihat jelas saat Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-1 pada 26 Oktober 2025.
Kala itu, Vinicius tampak marah setelah digantikan Xabi Alonso di babak kedua dan langsung menuju ruang ganti.
Tak hanya itu, sejumlah laporan juga menyebut Vinicius tengah mempertimbangkan tantangan baru, terutama setelah kepergian Alonso serta munculnya kekhawatiran internal terkait arah tim.
Meski demikian, Real Madrid kabarnya tetap menyiapkan kontrak baru bagi Vinicius karena ia masih dipandang sebagai bagian penting dari masa depan klub.
Situasi tersebut menempatkan Real Madrid dalam dilema besar yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Vinicius bukan sekadar pemain biasa, melainkan salah satu bintang terbesar klub sekaligus simbol kesuksesan mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, Los Blancos dihadapkan pada pilihan krusial: mempertahankan figur kunci dari proyek saat ini, atau membuka jalan bagi salah satu pelatih paling berpengaruh di sepak bola Eropa.
Keputusan itu berpotensi menjadi titik balik penting dalam sejarah institusi tersebut.
(Tribunnews.com/Ali)