Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kondisi bau tidak sedap dari saluran pembuangan limbah di sekitar kawasan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, dikeluhkan wisatawan.
Saluran yang diduga merupakan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) hotel dan rumah warga itu mengalir langsung ke laut, tepat di area wisatawan berenang.
Pada Sabtu (17/1/2026) siang, saluran yang lebarnya sekitar dua meter itu mengeluarkan air berwarna hijau kehitaman pekat dan dipenuhi sampah.
Bau menyengat tercium kuat, membuat sejumlah wisatawan menutup hidung saat melintas dan merasa tidak nyaman beraktivitas di pantai.
Seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Enih Kusuma (38), merasa heran dengan kondisi saluran limbah yang tak kunjung diperbaiki.
Baca juga: Liburan Long Weekend di Pangandaran, Citumang Dipadati Ribuan Wisatawan
"Libur lebaran 2025 kemarin saya ke sini, tapi saluran limbah ini masih ada sampai sekarang. Heran ya, kenapa enggak diperbaiki," ujar Enih kepada Tribun di Pantai Barat Pangandaran, Sabtu siang.
Ia pun merasa khawatir air limbah itu dapat berdampak buruk bagi kesehatan orang - orang yang berenang di area tersebut.
"Ya, takutnya jadi gatal-gatal. Kan, airnya kotor dan juga bau lagi. Padahal pantai ini sangat indah, tapi kenapa tidak dirawat dengan baik," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, mengakui terdapat beberapa titik saluran limbah di kawasan Pantai Pangandaran.
"Ada sekitar empat titik saluran limbah, di antaranya di depan Pondok Seni, Hotel Krisna, Hotel Bumi Nusantara, dan Hotel Laut Biru," ucap Irwansyah.
Menurut Irwansyah, saluran itu merupakan IPAL milik hotel dan restoran di sekitar pantai. Namun, tidak semua hotel sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah yang memadai.
"Memang belum semua hotel di Pantai Pangandaran memiliki IPAL. Tapi dalam waktu dekat ini, kami akan kembali melakukan pendataan," ujarnya.(*)