Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari meninjau gotong royong praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) membersihkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dari sisa banjir bandang.
Kantor Staf Presiden (KSP) dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menginformasikan bahwa pemulihan infrastruktur pelayanan publik pasca-banjir Sumatra di wilayah Aceh, perlahan mulai pulih.
"Dalam beberapa hari bekerja, lumpur sudah dikeluarkan, lantai sudah kelihatan, sedang dibersihkan. Untuk selanjutnya, nanti diperbaiki dinding-dindingnya supaya bisa digunakan kembali," katanya.
Qodari, dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Kamis (15/1), menyambangi sejumlah praja IPDN untuk memberi semangat dalam pemulihan kantor dinas pelayanan terpadu di Aceh Tamiang.
Praja IPDN bergotong royong dengan petugas dari PT Wika dan warga sekitar membersihkan kantor yang sempat tertimbun lumpur hingga setinggi langit-langit ruangan.
“Kita ucapkan terima kasih kepada adik-adik praja yang ditugaskan dari berbagai provinsi di Indonesia,” kata Qodari.
Para praja yang bertugas di Aceh Tamiang berasal dari Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.
Praja IPDN, Gusti Ano dan Anata dari IPDN regional Sulawesi Selatan kepada Qodari mengaku tidak terbiasa dengan situasi bencana, tapi sebagai praja harus bisa menyesuaikan dengan keadaan.
“Yang pasti dapat pengalaman lebih bertugas di daerah bencana,” ujar Ano.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri mengirimkan 1.138 praja IPDN secara bertahap untuk bertugas di daerah bencana Sumatra. Untuk tahap pertama, sebanyak 413 personel diberangkatkan menuju Medan dan tahap kedua 414 personel ditugaskan ke Aceh, tahap ketiga 179 personel.







