Pedaki Temukan Serpihan Pesawat ATR di Kaki Gunung Bulusaraung
January 17, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Makassar - Pedaki temukan serpihan diduga pesawat terbang ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di kaki Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) sore.

Pesawat yang membawa 3 penumpang dan 8 kru itu dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto Jogjakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), pukul 13.17 Wita.

Melansir Tribun Timur, seorang pendaki merekam serpihan pesawat di atas gunung.

Pendaki itu merekam potongan terpihan pesawat yang terbakar.

Diduga itu adalah serpihan pesawat yang jatuh dan hilang kontak siang tadi.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep menerjunkan 6 anggota ke lokasi pesawat.

"Tim sudah berangkat sejak satu jam yang lalu," kata Herianti Tualle dari BPBD Pangkep.

Mengenal Gunung Bulusaraung

Sebelumnya Basarnas Kota Makassar mengabarkan pesawat hilang kontak di Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Leang Leang berada tak jauh dari Gunung Bulusaraung.

Kabupaten Maros dan Pangkep merupakan dua kabupaten yang berbatasan di Sulawesi Selatan.

Gunung Bulusaraung populer di Sulawesi Selatan, bagian dari Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Memiliki puncak 1.353 mdpl, Gunung Bulusaraung terkenal dengan jalur pendakiannya yang melewati hutan karst dengan lereng terjal dan tekstur kasar serta pemandangan yang indah.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto Jogjakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), pukul 13.17 Wita.

Pesawat mengangkut 3 penumpang dan 8 kru.

Data dari situs monitoring penerbangan Flightradar24.com, pesawat ini terbang dari Jogja pada pukul 08.08 WIB.

Data dari situs Flightaware.com, pesawat terakhir terlihat pada pukul 12.22 Wita.

Diduga disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan

Hasil penelusuran  melalui Planespotters.net, pesawat ini disewa Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Belum ada penjelasan rinci soal ini.

Tribunnews.com telah berupaya mengkonfirmasi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan soal ini.

Catatan Redaksi: Informasi mengenai hilangnya pesawat ini akan terus diperbaharui. 

Baca juga: Bocah SD Tewas Tenggelam di Aliran Way Awi Sosok Baik dan Rajin Salat Dhuha

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.