Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Guru kelas V SD Negeri 2 Sawah Lama, Heri (45) kenang sosok Abdul Rosyid Asady (8) anak yang baik dan rajin belajar setia rajin salat dhuha.
Bocah SD di Bandar Lampung AR (8) diduga tewas tenggelam di aliran Sungai Way Awi, Jalan Hanoman, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Sabtu (17/1/2026).
"Saya kaget katanya ada murid SDN 2 Sawah yang meninggal dunia di aliran sungai Way Awi makanya saya ke sini disuruh kepala sekolah untuk mengecek," kata Heri saat diwawancarai di atas jembatan sungai Way Awi.
Sang guru mengatakan, meskipun dirinya bukan guru kelas 2 tapi dirinya melihat sosok korban merupakan anak yang baik.
"Tadi saja sebelum kejadian ini (meninggal) korban solat dhuha, sekolah seperti biasanya dan pulang jam 12.30 WIB," ujarnya.
Korban sebelum meninggal sempat berkomunikasi dengan guru kelas 2 dan dirinya juga sempat mengabsen anak tersebut.
Tiga teman korban sempat minta tolong ke warga saat AR tenggelam di aliran sungai Way Awi, Jalan Hanoman, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung.
Gilang (21) pengendara sekaligus saksi mata yang tengah melintas di jalan tersebut mengatakan, dirinya saat kejadian mendengar tiga bocah teriak minta tolong.
"Temen korban ini minta tolong kepada warga dan pengendara yang melintas di aliran sungai Way Awi tersebut," kata Heri, Sabtu (17/1/2026).
"Saya mencari korban bersama warga, tadi ada yang turun dan melihat benar ada korban tenggelam di aliran sungai Way Awi," terusnya.
Setelah ditemukan tubuh korban langsung diangkat ke permukaan namun nyawanya tak tergolong.
Bocah SD di Bandar Lampung AR (8) diduga tewas tenggelam di aliran Sungai Way Awi, Jalan Hanoman, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Sabtu (17/1/2026).
Saksi mata Heri (21) mengatakan, korban diduga tenggelam di aliran sungai Way Awi dengan kedalaman satu meter.
"Korban tenggelam sekira pukul 14.30 WIB diduga karena tidak bisa berenang," kata Heri saat diwawancarai di Tribun Lampung, Sabtu (17/1/2026).
Diteruskannya, korban ditemukan dalam kondisi telungkup.
Pada saat itu dirinya sedang melintas di jembatan dan melihat banyak orang sibuk mencari korban.
Korban hanya menggunakan pakain dalam.
Korban sebelum tenggelam bermain dengan tiga orang temannya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)