SURYAMALANG.COM - Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengakui dukungan suporter Timnas Indonesia selalu luar biasa.
Kevin Diks mendapatkan status WNI pada bulan November 2024 saat Timnas Indonesia masih dipimpin Shin Tae-yong.
Tidak butuh waktu lama untuk mantan pemain FC Copenhagen tersebut mendapatkan tempat di Timnas Indonesia.
Debutnya terjadi pada pertandingan melawan Jepang untuk lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, dia terlibat benturan dengan Wataru Endo pada menit ke-36 dan harus digantikan oleh Sandy Walsh pada menit ke-41.
Baca juga: John Herdman Optimistis Menatap Piala AFF! Timnas Habis-habisan Lawan Vietnam, Singapura dan Kamboja
Kevin Diks menjelaskan bahwa bermain untuk Timnas Indonesia selalu memberikan pengalaman yang spesial.
Dia selalu ingin memberikan segalanya dengan kontribusi maksimal di lapangan.
Bahkan, hal ini masih belum cukup karena suporter benar-benar memberikan sambutan yang hangat.
"Bagaimana saya bisa memberi kembali kepada rakyat Indonesia."
"Bagaimana saya bisa, bagaimana saya bisa berbuat lebih banyak?"
"Tapi itu cukup sulit dari jarak sejauh itu," kata Kevin Diks dikutip BolaSport.com dan SURYAMALANG.COM dari kanal YouTube Spelerspraat.
Dalam beberapa momen Kevin Diks terlihat sering membagikan hadiah kepada fan.
Termasuk ada jersi latihan dan beberapa cenderamata dari klub untuk mereka.
Tentunya, kontribusi terbaik adalah dengan bisa bermain dan membawa Timnas Indonesia mendapatkan hasil terbaik.
"Ketika saya di hotel, saya mencoba memberi lebih banyak."
"Terkadang saya mencoba membagikan kaus atau, Anda tahu, sedikit berusaha."
"Tapi ada kalanya Anda bisa berbuat lebih banyak."
"Tapi saat pertama kali memasuki stadion, itu sangat istimewa," ujarnya.
Pemain yang saat ini berseragam Borussia Monchengladbach di Liga Jerman ini masih ingat saat debut untuk skuad Garuda.
Dia menyadari bahwa ini adalah momen yang kurang indah karena dia harus menepi karena cedera.
Dilema yang terjadi karena dia ingin membantu Timnas Indonesia tetapi masalah cedera membuatnya harus kembali ke klub untuk pemulihan.
Pada masa-masa sulit tersebut dukungan dari fan selalu mengalir dan dia selalu ingin membalas semuanya meski tidak akan cukup.
"Pertama kali memainkan lagu kebangsaan. Tapi kemudian saya cedera. Itu benar-benar berat."
"Karena saat itu saya merasa, saya ingin memberikan banyak hal kembali kepada orang-orang ini."
"Saya ingin memberikan banyak hal kembali kepada rakyat Indonesia."
"Dan itu tidak mungkin. Ya. Jadi ya, itu menyakitkan, tentu saja," kata Kevin Diks.