Trend Busana Lebaran 2026, dari Hijab Sporty hingga Gamis Etnik
January 17, 2026 10:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memasuki awal tahun 2026, antusiasme masyarakat dalam menyambut Idulfitri mulai terlihat dengan munculnya berbagai prediksi dan fenomena belanja busana Muslim terbaru 

Jelang Lebaran 2026, pusat perbelanjaan dan platform e-commerce mulai dipadati oleh berbagai tenant yang menawarkan koleksi busana Muslim terbaru.

Berdasarkan tren awal tahun ini, banyak brand lokal mengusung tema "Minimalist Elegance" dengan palet warna bumi (earth tones) dan material sutra serta linen yang nyaman digunakan untuk bersilaturahmi.

Hal ini juga terlihat dari deretan tenant modest fashion yang memadati area Nusantara Modest di atrium Trans Studio Mall yag menghadirkan pengalaman belanja sekaligus cuci mata bagi pengunjung.

Baca juga: Ramadan dan Lebaran Datang Lebih Awal, Pedagang Sarung di Pasar Baru Mulai Stok Sarung

Tak sekadar menawarkan busana muslim, pameran ini menjadi etalase ragam produk khas Nusantara yang memadukan fungsi, kenyamanan, hingga nilai estetika dalam balutan gaya modest masa kini.

Sejak memasuki area pameran, pengunjung disuguhi suasana yang ramai namun hangat. 

Rak-rak busana berjajar rapi, menampilkan gamis, hijab, hingga outer dengan palet warna lembut dan potongan yang elegan. 

Beberapa tenant tampak ramai didatangi pembeli yang antusias mencoba, memegang bahan, hingga berdiskusi langsung dengan penjaga stan mengenai detail produk.

Salah satu tenant yang menarik perhatian adalah Tubita, brand yang dikenal dengan produk hijab dan busana muslim berfokus pada kenyamanan, khususnya bagi jamaah haji dan umrah. 

Nana, penjaga tenant Tubita, menjelaskan bahwa produk yang ditawarkan dirancang untuk aktivitas dengan mobilitas tinggi, namun tetap memenuhi kaidah syar’i.

Baca juga: Tahun Baru Makin Kece? Belanja Fashion & Makeup di YouTube Shopping Affiliates dan Shopee!

“Produk Tubita itu preferensinya memang untuk orang yang haji dan umrah, tapi bisa juga dipakai untuk aktivitas lain, termasuk olahraga. Bahannya itu kalau keringetan tidak menimbulkan bau,” ujar Nana, Sabtu (17/1/2026).

Nana menjelaskan, Tubita menggunakan silk premium sebagai bahan utama, yang memberikan sensasi sejuk saat dipakai. 

“Material ini memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga tetap nyaman meski digunakan dalam waktu lama atau di kondisi cuaca panas. Selain itu, potongan hijab dan busana juga dirancang menutup bahu dan dada, menjadikannya aman dan nyaman bagi pengguna yang mengutamakan busana syar’i,” ucapnya.

Menariknya, kebutuhan hijab untuk olahraga juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri. 

Nana mengungkapkan bahwa selama pameran berlangsung, pembeli datang dengan kebutuhan yang beragam. 

“Ada yang beli abaya untuk umrah, tapi ada juga ibu-ibu yang beli sampai tiga hijab khusus untuk olahraga,” katanya.

Dari sisi warna, Tubita memilih pendekatan yang aman namun tetap mengikuti tren. 

Baca juga: Batik Motif Mahkota Binokasih hingga Ubi Cilembu Sumedang, Juara Fashion Show di Sunda Karsa Fest

Warna-warna netral menjadi pilihan utama agar mudah dipadukan dengan berbagai busana. 

Inspirasi pun datang dari gaya para figur publik yang dikenal luas, seperti Lesti Kejora.

“Warnanya netral supaya masuk ke semua outfit, dan modelnya juga terinspirasi dari artis-artis, jadi tetap kelihatan modern,” tambah Nana.

Selain itu juga ada tenant Titin Soedarsa yang tak kalah mencuri perhatian pengunjung. 

Mengusung konsep etnik modern, di tenant menghadirkan gamis dengan perpaduan kain tradisional seperti batik dan teknik tenun yang dipadukan secara kontemporer.

“Yang paling banyak dicari itu gamis, terutama model gamis manik dan gamis dengan kombinasi brokat. Itu masih jadi tren,” ujar Uni.

Koleksi Titin Soedarsa tampil menonjol dengan sentuhan etnik yang kuat, menghadirkan kesan eksklusif namun tetap relevan untuk busana Lebaran. 

Warna-warna nude dan netral menjadi favorit pembeli karena dinilai elegan dan mudah dipadukan dengan aksesori.

“Kalau orang ke mal itu kan kadang pengin cuci mata. Nah, begitu lihat kain etnik yang dipadu-padankan, biasanya langsung tertarik,” kata Titin. 

Menurutnya, banyak pengunjung yang awalnya hanya melihat-lihat, namun akhirnya memutuskan membeli karena tertarik pada keunikan bahan dan desain.

Untuk harga, koleksi etnik dan gamis dibanderol mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,2 juta, Meski memiliki penjualan daring, Uni menyebut transaksi selama pameran didominasi pembelian langsung di lokasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.