2 WNI Bersaksi Soal Pemadaman Listrik di Belanda, Sempat Dapat Peringatan di Ponsel
January 17, 2026 09:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Sempat viral peringatan yang disampaikan oleh Mantan Wakil Kelapa Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjem Pol Purn Dharma Pongrekun dalam sebuah podcast baru-baru ini.

Dharma Pongrekun memperingatkan masyarakat untuk mempersiapkan panic kit untuk menghadapi situasi darurat yang mungkin bakal terjadi.

Dharma menyebut situasi darurat itu bisa terjadi karena beberapa alasan, salah satunya pemadaman listrik selama beberapa hari.

"Adik-adik kasih tahu orangtua, untuk mempersiapkan keadaan darurat dadakan selama 7 hari.

Mulai dari listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas mati berarti bahan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada karena tergantung pada jet pump dan sebagainya.

Mulai pikirkan dari sekarang, sebelum didadak," ungkap Dharma.

Baca juga: Siapa Rylan Henry Pribadi, Cucu Konglomerat Meninggal di Usia 17 Tahun, Kabar Wafat Viral di Medsos

DHARMA PONGREKUN - Kolase potret Dharma Pongrekun ketika beri peringatan tentang situasi darurat
DHARMA PONGREKUN - Kolase potret Dharma Pongrekun ketika beri peringatan tentang situasi darurat (Instagram/@makassardaenginfo)

Dharma bukan tanpa alasan memberikan peringatan ini.

Sebab menurutnya, di beberapa negara di Eropa sudah membagikan buku panduan untuk menghadapi situasi serupa.

"Di beberapa negara, himbauan itu sudah ada.

Di Belanda dibagian buku manual, bukan di Belanda saja.

Di Jerman juga ada, ada yang dipublish, ada yang belum disampaikan.

Nggak usah tanya kapan, kalau tahu kapan itu bukan krisis, bukan darurat," ungkapnya.

Kesaksian WNI di Belanda

Sementara itu, seorang WNI di Belanda memberikan kesaksian bahwa pemadaman listrik tersebut sudah terjadi di sana.

Seorang diaspora pemilik akun TikTok bernama @dinastirahadiyanti pada Kamis (16/1/2026) ungkap jika Amsterdam baru saja mengalami hal seperti yang diperingatkan Dharma Pongrekun.

Ia menceritakan bagaimana situasi kota ketika listrik mendadak mati pada Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Sosok Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak yang Viral Berangkat Kerja Naik KRL

Pemadaman itu melumpuhkan sebagian besar kota karena faslitas umum menjadi terhambat.

"Amsterdam mati lampu.

Trem berhenti. Pulang jadi lama.

Yang bikin panik bukan gelapnya,

tapi pikiran kita sendiri," ungkap Dinasti.

Dinasti juga bercerita bahwa sebelum pemadaman itu terjadi, pemerintah Belanda sempat membagikan buku manual berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik.

Namun untungnya, lama pemadaman listrik tidak sampai 72 jam.

Hal yang serupa juga diceritakan oleh sesama diaspora bernama Patricia Suzan melalui akun TikTok @patriciasuzan.

Patricia Suzan mengungkap sempat menerima notifikasi peringatan resmi melalui ponsel.

Pesan itu berisi himbauan untuk sementara waktu tidak menggunakan lisf serta himbauan agar warga saling memeriksa tetangga masing-masing.

Patricia mengakui ia langsung merasa parno begitu mendapat pesan peringatan itu.

"Aku langsung mikir, langsung parno apalagi kalau dilihat di konten kan pemerintahan Belanda itu udah nyebar pamflet untuk bersiap-siap kalau tiba-tiba ada hal yang tidak diinginkan supaya kita survive selama 72 jam.

Langsung parno, ada pemadaman apa di mana? Nggak pernah ini terjadi.

Baca juga: Harta Kekayaan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak yang Viral ke Kantor Naik KRL, Tembus Rp27 M!

Dari jam sekitar setengah 5, publik transportasi di Amsterdam itu banyak yang nggak jalan karena ada pemadaman.

Semoga ini cuma kayak ada kesalahan teknis atau kerusakan, bukan yang aneh-aneh," ungkapnya.

Kedua cerita yang diungkap WNI di Belanda ini langsung viral hingga menuai ribuan komentar netizen. (Tribun Trends/GPS)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.