12 Pemain Kunci Bertarung di Play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa
January 17, 2026 10:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Menjelang play-off Piala Dunia 2026 zona Eropa, terdapat 12 pemain yang berpotensi menjadi pembeda antara kelolosan dan kepedihan gagal ke putaran final.

Play-off Piala Dunia 2026 zona Eropa akan berlangsung pada 26–31 Maret, mempertemukan 16 tim yang akan berebut empat tiket terakhir menuju Piala Dunia 2026.

Dengan 42 dari 48 negara peserta sudah memastikan tempat, persaingan tersisa ini dipastikan berlangsung sengit.

Terdapat sejumlah pemain yang berada diperforma terbaik dan bisa menentukan nasib negaranya menuju Amerika Serikat, berikut daftarnya sebagaimana Tribun Kaltim lansir dari fifa.com:

Baca juga: 11 Bintang Remaja Siap Jalani Debut di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Jadi Sorotan

1. Harry Wilson (Wales – Fulham)

Lawan: Bosnia dan Herzegovina | Jalur A

Sulit menemukan pemain Wales yang sedang dalam performa terbaik dibanding Harry Wilson.

Usai mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan Fulham 3-1 atas Middlesbrough di Piala FA, Wilson tampil luar biasa sejak akhir November dengan koleksi tujuh gol dan empat assist musim ini.

Pemain berusia 28 tahun itu menjadi motor utama serangan Fulham, kerap menghadirkan momen magis di saat krusial.

Kini berada di puncak kariernya, Wilson bersama para winger Wales lainnya diharapkan mampu meneruskan tongkat estafet yang ditinggalkan Gareth Bale, yang pernah bermain bersamanya di Piala Dunia 2022 Qatar.

2. Dennis Man (Rumania – PSV Eindhoven)

Lawan: Turki | Jalur C

Peluang Rumania kembali ke Piala Dunia sangat bergantung pada kaki kiri Dennis Man.

Winger kanan cepat dan lincah ini tampil impresif bersama PSV, sering menjadi kreator peluang bagi rekan-rekannya.

Pemain paling berbahaya dalam situasi open play, memotong ke dalam dari sisi kanan dan melepaskan tembakan keras dengan kaki kirinya.

Dengan dua gol di fase grup Liga Champions musim ini, Rumania berharap Man mampu membawa performa tersebut ke play-off demi mengakhiri penantian sejak Piala Dunia 1998.

Baca juga: 6 Rekor Bisa Diraih Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026, Lampaui Cristiano Ronaldo Hingga Batistuta

3. Tarik Muharemovic (Bosnia dan Herzegovina – Sassuolo)

Lawan: Wales | Jalur A

Performa impresif Muharemovic di musim perdananya di Serie A menarik minat sejumlah klub besar Eropa.

Meski bertubuh besar, bek berusia 22 tahun ini tenang menguasai bola dan juga berbahaya saat menyerang, dengan dua gol musim ini.

Lahir di Ljubljana dan dibesarkan di Austria serta Italia, Muharemovic telah menjadi pemimpin di Sassuolo, termasuk saat membantu klub promosi usai menjuarai Serie B.

Dengan bimbingan idolanya, Edin Dzeko, ia berharap mampu membawa Bosnia kembali ke panggung dunia.

4. Pavel Sulc (Ceko – Lyon)

Lawan: Republik Irlandia | Jalur D

Pavel Sulc adalah mesin gol.

Kepergian Rayan Cherki dan Thiago Almada meninggalkan lubang besar di lini serang Lyon, dan Sulc berhasil mengisinya.

Ia telah mencetak delapan gol di Ligue 1, termasuk tiga brace.

Sering disebut sebagai Raumdeuter ala Thomas Müller, pergerakan Sulc sangat efektif meski eksekusi teknisnya kadang tak konsisten.

Dengan dukungan Corentin Tolisso di klub, ia diharapkan mampu meringankan beban gol Patrik Schick bersama tim nasional Ceko.

Baca juga: 16 Pelatih di Piala Dunia 2026 Juga Pernah Tampil di Piala Dunia Sebagai Pemain

5. Kenan Yildiz (Turki – Juventus)

Lawan: Rumania | Jalur C

Kenan Yildiz adalah talenta murni. Pemain berusia 20 tahun ini mengenakan nomor 10 Juventus, nomor legendaris yang pernah dipakai Roberto Baggio dan Alessandro Del Piero.

Setelah bersinar di Piala Dunia Antarklub dan mencetak tiga gol, Yildiz siap kembali menunjukkan maginya.

Bisa bermain di seluruh lini depan, Yildiz paling mematikan di sisi kiri.

Bersama Arda Güler dan Hakan Calhanoglu, ia memikul tanggung jawab besar untuk membawa Turki kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002.

6. Stanislav Lobotka (Slovakia – Napoli)

Lawan: Kosovo | Jalur C

Di usia 31 tahun, waktu semakin sempit bagi Stanislav Lobotka untuk tampil di Piala Dunia pertamanya.

Gelandang kecil lincah ini adalah jantung permainan Napoli, cepat mengambil keputusan, piawai lolos dari tekanan, dan mampu mengatur tempo.

Di bawah asuhan Francesco Calzona, yang juga melatihnya di Napoli, Lobotka akan berperan sebagai gelandang jangkar untuk mengendalikan permainan Slovakia.

Baca juga: 11 Rekor Baru Berpotensi Tercipta di Piala Dunia 2026

7. Nathan Collins (Republik Irlandia – Brentford)

Lawan: Ceko | Jalur D

Bek berusia 24 tahun ini telah mencatat 100 penampilan di Premier League bersama Brentford.

Keunggulan posisi bertahan dan dominasi udara membuat Nathan Collins masuk radar klub-klub besar.

Bersama kiper Caoimhín Kelleher, Collins akan menjadi benteng utama Irlandia untuk meredam ancaman Patrik Schick dan Pavel Sulc.

8. Jakub Kiwior (Polandia – Porto)

Lawan: Albania | Jalur B

Di tengah ketajaman Robert Lewandowski dan performa apik Piotr Zielinski, konsistensi Jakub Kiwior bersama Porto mencuri perhatian.

Porto belum terkalahkan di liga dengan 16 kemenangan dan satu imbang, hanya kebobolan empat gol.

Kemampuan membaca permainan, menjaga penguasaan bola, dan distribusi umpan kaki kiri Kiwior menjadi fondasi solid pertahanan Porto, dan aset penting bagi Polandia.

Baca juga: Daftar Ayah dan Anak Tampil di Piala Dunia, Ada Mantan Pelatih Timnas Indonesia

9. Rasmus Hojlund (Denmark – Napoli)

Lawan: Makedonia Utara | Jalur D

Dengan enam gol di Serie A musim ini, Hojlund piawai menciptakan peluang dari situasi sulit.

Mengandalkan fisik dan kecepatan, penyerang 22 tahun ini gemar menyerang ruang dan duel satu lawan satu.

Sejak kembali ke Italia, performanya kembali konsisten.

Dengan lima gol di kualifikasi, Hojlund bertekad memastikan Denmark tak kembali kehilangan tiket Piala Dunia seperti yang terjadi dramatis melawan Skotlandia.

10. Mateo Retegui (Italia – Al-Qadsiah)

Lawan: Irlandia Utara | Jalur A

Sejak hijrah ke Arab Saudi, Retegui tampil tajam dengan delapan gol dari 13 laga.

Selain insting gol, ia juga rajin membantu permainan tim dan bertahan dari lini depan.

Pelatih Gennaro Gattuso menilai fisik Retegui krusial bagi Italia.

Dengan opsi duet seperti Moise Kean atau Pio Esposito, Azzurri memiliki kekuatan besar di lini serang.

Baca juga: Striker Timnas Indonesia Masih Kecewa Berat, Ole Romeny Sakit Hati Ketika Bahas Piala Dunia 2026

11. Roony Bardghji (Swedia – Barcelona)

Lawan: Ukraina | Jalur B

Meski berada di bawah bayang-bayang Lamine Yamal, penampilan Roony Bardghji di Piala Super Spanyol melawan Athletic Bilbao memberi harapan besar bagi Swedia.

Dalam 72 menit, ia mencetak satu gol dan dua assist.

Pergerakan dan kontrol bolanya kerap dibandingkan dengan Lionel Messi.

Dengan pelatih baru Graham Potter, Bardghji berpeluang mendapat peran lebih besar untuk mendukung Alexander Isak dan Viktor Gyökeres.

12. Fisnik Asllani (Kosovo – Hoffenheim)

Lawan: Slovakia | Jalur C

Dengan postur tinggi dan kemampuan duel udara kuat, Fisnik Asllani tampil seperti penyerang klasik nomor 9.

Ia dinamis, agresif, dan mampu menembak dengan kedua kaki.

Setelah pengalaman di divisi dua Jerman, Asllani kini siap memimpin lini depan Kosovo dan berusaha mencetak sejarah dengan membawa negaranya lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.