Mimin Klarifikasi Soal Dugaan BLT Disunat Rp500 Ribu, Akui Ikhlas di Depan Kamera
January 17, 2026 10:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Garut - Emak-emak bernama Mimin Maidah akhirnya buka suara setelah pengakuannya soal uang BLT Kesra dipotong Rp500 ribu oleh oknum pegawai desa viral di media sosial.

Hal ini diungkap Mimin dalam sebuah video klarifikasi. Sembari menatap ke arah kamera, Mimin tampak diarahkan untuk membaca pernyataan klarifikasi tersebut.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya nama Mimin Maidah meminta maaf atas kegaduhan video saya yang kemarin viral,” ujar Mimin Midah, dikutip dari tayangan video diunggah Ahmad sleding, Sabtu (17/1/2026).

Mimin menjelaskan saat kejadian dirinya tak tahu direkam dan dibuat konten. Terkait uang BLT Kesra yang diduga disunat tersebut, Mimin mengaku bukan potongan melainkan diberikan secara sukarela. 

“Mengenai uang tersebut, bukan potongan, tapi saya memberikan dengan sadar dan ikhlas untuk mereka yang tidak kebagian,” tuturnya.

BLT Kesra adalah Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga yang kurang mampu. 

Melansir TribunJabar, Mimin merupakan warga Kampung Cicalobak, Desa Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut. Ia sebelumnya mengaku uang BLT Kesra yang diterima berkurang jumlahnya.

Ia diminta menyerahkan beberapa dokumen persyaratan berupa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di kantor pos. Setelah itu, ia mendapatkan uang BLT Kesra sebesar Rp 900 ribu. 

Akan tetapi, setelah mendapatkan uang BLT itu pegawai desa yang mendampinginya mengambil sebagian uang bansos tersebut. Ia pun hanya mendapatkan Rp400 ribu. 

“Nyekel mah Rp 900 ribu da gang setor tea merennya jang ka ditu dijepret difoto, enggeus eta mah dibikeun dei ka pegawai desa, tah ku pegawai desa teh dicokot Rp 500 ribu, dibikeun Rp 400 ribu ka urang jeung KTP asli, anu surat pos na mah ditahan ku manehna.”

(Awalnya memegang uang BLT Rp900 ribu  difoto, lalu uang diberikan dulu ke pegawai desa dan dipotong Rp 500 ribu, lalu uang sisa Rp 400 ribu diberikan kepada saya dengan KTP asli, sementara surat kantor pos ditahan kembali oleh pegawai desa tersebut),” papar ibu-ibu bernama Mimin Maidah tersebut.

Mimin menceritakan saat penyerahan uang BLT Kesra itu, pegawai kantor pos yang menyerahkan uang dan pegawai desa itu duduk berdekatan.

Setelah pemotongan itu, Mimin mengaku awalnya merasa bingung dan dirinya hanya pulang, bahkan tidak ada tanda tangan dokumen surat apa pun.

Warganet Curiga 

Video klarifikasi warga Garut setelah videonya viral mengaku uang BLT Kesra dipotong oleh oknum pewagai desa itu kembali menyita perhatian warganet dibagikan berbagai akun media sosial lainnya.

Tak sedikit warganet memberikan beragam reaksi hingga menduga adanya intimidasi kepada warga tersebut untuk menyatakan klarifikasi.

“Hmm curiga di intimidasi, sing sabar nya bu”

“500rb / org di X berapa banyak, gede pasti jumlahnya. Trs kenapa harus di pegang sama perangkat desa uangnya ya ? Masa masih lebih besar ngasih iklas dibanding uang yg dibawa sama penerima BLT”

“Logikana we ath,piraku we saiklasna 500k. Mun karek 50k wajar saiklasna”

“Usut tah perangkat desa na.. mun bisa penjarakeun mun terbukti aya indikasi intimadasi dan pengancaman..”

“Asa teu mungkin....jadi Kitu akhirna.....? Curiga yeuh, Aya aparat desa nah nga intimidasi..” tulis beragam komentar warganet.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.