Titik Api di Gunung Bulusaraung Sulsel Jadi Petunjuk Kuat Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak
January 17, 2026 10:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Diperluas hingga kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak.

Pada Sabtu (17/1/2026), tim SAR gabungan meningkatkan intensitas penyisiran setelah muncul indikasi kuat berupa titik api yang terdeteksi di wilayah tersebut. 

Proses pencarian masih berlangsung dengan mempertimbangkan medan yang sulit dan cuaca yang berubah-ubah hingga kini.

Area Pencarian Diperluas

Area pencarian pesawat ATR  42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar diperluas, Sabtu (17/1/2026). 

Pesawat ini awalnya terakhir kontak di Kelurahan Leang-leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Perluasan area pencarian dilakukan setelah diterimanya laporan dari masyarakat terkait penemuan serpihan di Puncak Gunung Bulusarang, Kabupaten Pangkep.

"Namun kami belum bisa memastikan apakah serpihan tersebut adalah ATR yang hilang kontak ini," bebernya.

Sekitar 400 personel gabungan telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian di Bulu Saraung maupun di Leang-leang.

"Posko tetap disini, karena titik merah yang kami cek pertama, kalau kita lihat memang tersambung jalurnya dengan bulu saraung," tutupnya.

Selain penyisiran darat, pencarian juga dilakukan menggunakan drone.

“Kami sudah melakukan pencarian menggunakan drone. Selain itu, ada keterangan dari warga yang mengaku mendengar suara dengungan di sekitar lokasi,” ungkap Andi Sultan.

Namun, kondisi cuaca menjadi kendala dalam proses pencarian.

“Saat drone diterbangkan, kabut cukup tebal dan disertai hujan sehingga menghalangi jarak pandang. Kami menunggu cuaca membaik untuk kembali mendekat ke titik koordinat terakhir,” katanya.

Ia mengatakan, jarak dari posko menuju titik terakhir lost contact diperkirakan sekitar 16 kilometer dengan medan pegunungan.

“Medannya cukup berat, kawasan pegunungan, estimasi waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam dari posko,” ujarnya.

Selain tim darat dan drone, TNI Angkatan Udara juga ikut membantu pencarian dengan mengerahkan helikopter.

“Dari TNI AU melakukan pencarian udara menggunakan helikopter,” tambahnya.

Terpantau Titik Api di Gunung Bulusaraung

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyampaikan perkembangan terbaru terkait Pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros. 

Pesawat dengan rute Yogyakarta–Makassar tersebut dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 13.00 Wita.

Ia mengungkapkan, TNI telah mengerahkan unsur udara dan darat untuk melakukan pemantauan serta pencarian.

“Pesawat ATR 400 yang hilang kota di wilayah Maros sebagai informasi bahwa kita sudah mengeluarkan tim dari TNI-AU yaitu tim Heli Caracal,” katanya, Sabtu (17/1/2026).

Menurutnya, dari hasil pemantauan awal menggunakan unsur udara, tim telah mendeteksi adanya indikasi di lokasi tertentu.

“Tadi sepertinya sudah bisa memonitor bahwa di daerah Gunung kecamatan Leang-Leang, Kabupaten Maros itu sudah melihat adanya api,” ungkapnya.

Temuan tersebut kemudian dicocokkan dengan laporan masyarakat sekitar.

“Ini kalau kita cross-check dengan apa yang dilaporkan oleh masyarakat, bahwa masyarakat juga melihat, disitu suara ledakan dan bisa juga masyarakat yang merekam juga ada titik api,” ujarnya.

Pangdam berharap titik api tersebut merupakan petunjuk utama lokasi jatuhnya pesawat.

“Mudah-mudahan titik inilah yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat ATR 400, karena sekarang sedang melaksanakan pemantuan terus namun masih terhalang karena kondisi cuaca yang kurang bagus, disitu ada pergerakan awan yang mungkin menghalangi pandangan,” jelasnya.

Selain pengerahan unsur udara, TNI juga menggerakkan pasukan darat dari berbagai satuan.

“Kemudian kedua, kita juga sudah mengerakkan tim darat baik itu yang dilakukan oleh jajaran Kodam XIV Hasanuddin, Paskas kemudian dari jajaran Kostra juga,” kata dia.

Ia menambahkan, setelah lokasi jatuhnya pesawat dapat dipastikan, pembagian sektor pencarian akan segera dilakukan.

“Harapan kita nanti setelah tahu lokasinya kita nanti akan langsung membagi daerah agar efisien dan efektif untuk pencarian yang pertama,” katanya.

TNI juga telah menyiapkan perlengkapan untuk mendukung proses evakuasi mengingat kondisi medan yang berat.

“Yang kedua kita juga sudah siapkan peralatan yang memungkinkan untuk memudahkan dalam rangka untuk evakuasi, mengingat di daerah ini adalah pegunungan kars yang kita tahu bahwa kondisinya hutan lebat dan cukup terjang,” ujarnya.

Dalam mendukung operasi di lapangan, ambulans juga telah disiagakan.

Selain itu, tim komunikasi dengan perangkat khusus turut diterjunkan untuk mengatasi kendala jaringan.

“Kemudian yang kedua, kita juga menggerakkan tim komunikasi sekarang tim yang membawa alat komunikasi, karena disana komunikasinya cukup sulit saya agak hubungan dengan Dandim yang ada di depan itu cukup sulit sehingga nanti kita akan mengadakan alat komunikasi satelit yang bisa memudahkan untuk pengendalian kegiatan operasi pencarian dan penyelamatan,” jelasnya.

Data manifest penerbangan pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya dirilis, Sabtu (17/1/2026).

Total penumpang tercatat mencapai 11 orang di dalam pesawat ini.

Berdasarkan manifest yang beredar, pesawat tersebut membawa delapan kru penerbangan dan tiga penumpang.

Delapan kru penerbangan terdiri atas Kapten Andy Dahananto selaku pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak lainnya, yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita sebagai awak kabin, dan Esther Aprilita S. yang juga bertugas sebagai awak kabin.

Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifest masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi last contact pesawat yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.