Setelah sempat hilang selama 17 hari, pendaki Gunung Slamet bernama Syafiq Ali (18) ditemukan meninggal dunia.
Pendaki asal Magelang itu hilang sejak 28 Desember 2025.
Pada Kamis (15/1/2026), tim SAR dan relawan melakukan proses evakuasi jenazah pendaki.
Namun hujan gerimis dan kabut tebal menyelimuti jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang, yang menjadi jalur evakuasi jenazah Syafiq.
Keputusan tim SAR memindahkan jalur evakuasi dari Dipajaya ke Gunung Malang dilakukan demi keselamatan.
Rescuer Kantor SAR Semarang, Handika Hengki, menjelaskan jalur Gunung Malang dipilih karena relawan lokal lebih memahami medan.
“Pertimbangannya karena kami melibatkan SAR gabungan dari basecamp setempat. Mereka lebih paham jalur-jalur Gunung Slamet,” ujarnya.
Syafiq diketahui mendaki secara tektok melalui jalur Dipajaya, Pemalang.
Namun setelah analisis medan, jalur Gunung Malang dinilai lebih memungkinkan untuk evakuasi.
Jenazah ditemukan Rabu (14/1/2026) di sekitar Pos 9 Batu Langgar.
Proses evakuasi berjalan sulit akibat hujan, kabut, dan jalur licin. Evakuasi dilakukan estafet dengan tandu, melibatkan sekitar 70 personel SAR gabungan.
Jenazah tiba di Basecamp Gunung Malang pukul 14.18, lalu dibawa ke RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk otopsi.
Syafiq sebelumnya dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Slamet via Dipajaya.
Setelah 17 hari pencarian, ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi baru bisa dilakukan sehari setelah penemuan karena cuaca ekstrem.
Suasana haru menyelimuti Basecamp Gunung Malang, Purbalingga, Kamis (15/1/2026) sore.
Lantunan syahadat “Lailahaillallah” dikumandangkan warga saat jenazah pendaki asal Magelang, Syafiq Ali (18), tiba di lokasi penjemputan sekitar pukul 14.15 WIB.
Puluhan warga telah berkerumun sejak siang menanti proses evakuasi korban yang ditemukan meninggal di Pos 9 jalur Gunung Malang setelah hilang selama 17 hari di Gunung Slamet. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam ambulans untuk dibawa ke rumah duka di Magelang.
Evakuasi berjalan lancar setelah tim SAR gabungan memutuskan mengubah jalur evakuasi dari Dipajaya, Pemalang, ke Gunung Malang, Purbalingga, demi keselamatan. Ayah korban, Dhani Rusman, turut hadir di lokasi penjemputan.
Di Magelang, suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum di Kelurahan Kramat Utara. Tenda dan kursi telah dipasang sejak siang untuk menyambut kedatangan jenazah.
Pemakaman yang semula direncanakan di Sambung Lor, Secang, dialihkan ke TPU Sidotopo, Kedungsari, sesuai keputusan keluarga.
Kepala Prokompim Setda Kota Magelang, Tri Winarno, menyebut pemindahan lokasi dilakukan agar lebih dekat dengan rumah keluarga dan makam keluarga besar. Persiapan pemakaman telah dilakukan warga setempat.
Dengan berakhirnya proses evakuasi, misi tim SAR gabungan dinyatakan selesai. Jenazah Syafiq Ali kemudian dibawa ke RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk pemeriksaan sebelum diberangkatkan ke Magelang untuk dimakamkan.
Saksikan LIVE UPDATE lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!