TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah sosok Safril, Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra), meraih penghargaan Best Research Innovation Project.
Penghargaan tersebut diberikan pada ajang International Volunteer and Youth Fellowship (IVYF) Chapter Malaysia-Singapura, berupa International SDGs Competition.
Kegiatan internasional ini berlangsung selama lima hari, 12-16 Januari 2026.
Adapun riset yang dipresentasikan Safril berjudul Pengembangan Biopestisida Berbasis Mycovirus: Solusi Pertanian Berkelanjutan untuk Mengatasi Penyakit Busuk pada tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) yang disebabkan oleh Jamur Phytophthora palmivora di Sulawesi Tenggara.
Inovasi tersebut dinilai unggul karena menawarkan pendekatan ramah lingkungan dan efektif dalam mengatasi persoalan krusial di sektor perkebunan kakao.
Riset ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendorong hilirisasi perkebunan yang berkelanjutan di Sultra.
Safril merupakan lulusan Program Studi Biologi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia memiliki dua publikasi ilmiah, yakni Statistical Methods in Health Disparity Research.
Baca juga: Daftar 43 ASN Kemenag Sultra Terima Penghargaan Satyalancana 10 hingga 30 Tahun pada Hari Amal Bakti
Lalu, Studi Morfologi dan Spora Tumbuhan Paku (Pteridophyta) serta Pemanfaatannya di Hutan Akudu, Desa Pehanggo, Kolaka Timur.
ASN asal Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur ini sebelumnya juga telah meraih sejumlah penghargaan, di antaranya sebagai inisiator inovasi daerah Sistem Informasi dan Manajemen Perkebunan dan Hortikultura Sultra.
Delegasi International Youth Fellowship Malaysia-Singapura, serta peraih Best SDGs Presentation Team pada International Conference IYI di International Islamic University Malaysia.
Selain itu, Safril juga tercatat sebagai delegasi pendanaan penuh dalam berbagai forum internasional, termasuk International Islamic Volunteering di Vietnam dan International Youth Summit Malaysia-Singapura.
Safril mengatakan, inovasi biopestisida yang dikembangkannya selaras dengan bidangnya sebagai Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
Sekaligus mendukung visi Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra dalam membangun sektor perkebunan dan hortikultura yang berkelanjutan.
Tak hanya memperoleh penghargaan, Safril juga mendapat kesempatan mengikuti berbagai program prestisius dari penyelenggara IVYF.
Seperti kunjungan dan diskusi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, roundtable discussion di UNITAR International University Malaysia.
Kegiatan international volunteering, City tour ke destinasi ikonik Singapura, serta kunjungan akademik ke Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan Universiti Malaya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut serta mengapresiasi dukungan berbagai pihak.
Termasuk Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin atas motivasi dan kepercayaan yang terus diberikan untuk berkarya dan menginspirasi.
“Bagi generasi muda, jangan takut mencoba hal baru. Percaya pada potensi diri, fokus pada proses, dan jangan membandingkan perjalananmu dengan orang lain. Setiap orang punya kelebihan masing-masing,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)