Grid.ID - Dedi Mulyadi berjanji beri bantuan ke Aboh Aloh. Yakni korban dari bencana di Sukabumi yang hidup sebatang kara di gubuk.
Abah Aloh yang diketahui kini berusia 70 tahun ternyata merupakan warga Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di tahun 2024 silam, kampung yang ditinggali Abah Aloh terkena bencana longsong.
Bahkan bencana longsor itu tak cuma membuat tempat tinggalnya porak poranda. Namun juga membuat istr Abah Uloh meninggal dunia karena tertimbun tanah longsoran.
Dan meski sudah 9 bulan sejak bencana itu terjadi, Abah Uloh rupanya tak mendapat bantuan sama sekali dari pemerintah. Dan mirisnya, kini ia hidup sebatang kara di gubun di tengah hutan.
Parahnya, selain Abah Uloh, masih banyak 70 hingga 80 KK korban bencana di Sukabumi tersebut yang belum menerima bantuan pemerintah. Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi berjanji akan memberikan bantuan
Lewat Instagram pribadinya, Gubernur Jawa Barat itu mengatakan pihaknya sudah memastikan Abah Uloh akan mendapatkan bantuan dari Pemprov Jabar.
"Kami sampaikan bahwa nama kakek tersebut (Abah Uloh) sudah masuk dalam data 500 calon penerima bantuan dari Pemprov Jabar bencana bulan Desember 2024," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi71.
Sang Gubernur Jawa Barat itu juga berseloroh data 500 calon penerima bantuan bencana di Sukabumi itu baru diverifikasi.
Dan keterlambatan pengajuan diduga lantaran kurangnya koordinasi di mana bantuan dulu bantuan diajukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Oleh karenanya, sebagai pemimpin, Dedi Mulyadi mengakui kesalahan dan memohon maaf atas apa yang menimpa para korban bencana. Karena keterlambatan dalam proses penerimaan bantuan.
"Untuk itu saya mohon maaf atas keterlambatannya," imbuh Dedi Mulyadi.
Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi berjanji juga akan memberikan bantuan bantuan Rp 10 juta dikeluhkan korban banjir di Sukabumi.
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga korban banjir bandang di Kampung Babakan Cisarua, Kabupaten Sukabumi, menagih janji bantuan Rp 10 juta dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Kamis (8/1/2026).
Mereka mengeluh lantaran sudah setahun sejak tragedi banjir bandang terjadi pada Desember 2024 lalu, bantuan yang dijanjikan tak merata.
Diketahui, korban banjir bandang dan longsor Cidadap ini hampir mencapai seratusan Kepala Keluarga (KK). Tragedi banjir bandang itu meluluhlantakkan 5 kampung di Kedusunan Kawungluwuk.