Partai Gema Bangsa Resmi Deklarasi, Usung Visi Indonesia Mandiri dan Reborn
January 17, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM – Partai Gema Bangsa secara resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru nasional. Hal tersebut bergema di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (17/1/2026), bertepatan dengan perjalanan satu tahun perjalanan Partai Gema Bangsa membangun pondasi kelembagaan partai. 

Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, dalam pidato deklarasinya menegaskan bahwa partai tersebut lahir dari kegelisahan dan harapan rakyat akan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan bermartabat.

“Hari ini bukan sekadar deklarasi sebuah partai politik. Hari ini adalah pernyataan tekad, suara hati, dan gema perubahan,” kata Rofiq di hadapan ribuan kader dan tamu undangan, Sabtu (17/1).

Rofiq menyampaikan, dalam kurun satu tahun, Partai Gema Bangsa telah berhasil membangun struktur organisasi secara penuh di seluruh Indonesia, dengan terbentuknya 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota.

“Partai Gema Bangsa bukan milik saya. Pemilik sesungguhnya adalah pimpinan dan kader di daerah, dari provinsi hingga desa. Gema Bangsa adalah milik rakyat Indonesia,” tegasnya.

Acara deklarasi Partai Gema Bangsa ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat, 38 DPW, 514 DPD, serta tamu undangan dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara, menteri dan wakil menteri, tokoh publik, pimpinan partai politik, akademisi, mahasiswa, hingga perwakilan petani, nelayan, buruh, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Usung Tiga Visi Besar

Dalam deklarasi tersebut, Rofiq menegaskan tiga visi utama Partai Gema Bangsa, yakni Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn, yang menjadi arah perjuangan partai ke depan.

Visi Indonesia Mandiri menekankan kemandirian ekonomi, politik, dan budaya. Menurut Rofiq, kemandirian ekonomi berarti rakyat berdaulat atas hasil kerjanya.

“Petani berdaulat atas tanah dan hasil panennya, nelayan berdaulat atas laut dan hasil tangkapannya, UMKM berdaulat atas pasar dan teknologinya,” ujarnya.

Sementara kemandirian politik, lanjut Rofiq, menuntut agar keputusan strategis bangsa berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan tekanan oligarki, kepentingan asing, atau transaksi kekuasaan.

Partai Gema Bangsa juga menegaskan komitmen terhadap politik hijau, yang berorientasi pada keadilan ekologi dan kedaulatan lingkungan.

Baca juga: Partai Gema Bangsa Resmi Berbadan Hukum, Siap Ramaikan Pemilu 2029

deklarasi Partai Gema Bangsa 17012026

Dorong Desentralisasi Politik Kepartaian

Visi kedua yang diusung adalah Desentralisasi Politik Kepartaian. Rofiq menilai praktik politik yang masih sentralistik dan elitis justru bertentangan dengan nilai demokrasi.

“Bagaimana kita bisa bicara demokrasi, sementara partai politik masih feodal, anti kritik, dan tersentralisasi,” ujar Rofiq.

Ia menegaskan bahwa desentralisasi politik berarti memberikan kewenangan pengambilan keputusan kepada pimpinan partai di daerah, melahirkan kepemimpinan lokal, serta membuka ruang keberagaman kebijakan berbasis kebutuhan daerah.

“Kami ingin demokrasi yang hidup di akar rumput, bukan demokrasi lima tahunan semata,” katanya.

Indonesia Reborn dan Dukungan Politik Nasional

Visi ketiga, Indonesia Reborn, dimaknai sebagai kebangkitan kesadaran nasional untuk membangun tata kelola politik yang bermoral, kekuasaan yang melayani, serta pembangunan yang berkelanjutan.

“Indonesia Reborn berarti politik yang bermoral, bukan transaksional; kekuasaan yang melayani, bukan menguasai; dan generasi muda sebagai pelaku perubahan, bukan penonton,” tegas Rofiq.

Dalam pidatonya, Rofiq juga menyatakan dukungan Partai Gema Bangsa terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta menyatakan dukungan agar Prabowo maju kembali pada Pilpres 2029.

Selain itu, Partai Gema Bangsa mengusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima Nobel Perdamaian atas perannya dalam mendorong perdamaian Palestina–Israel melalui solusi dua negara dan keterlibatannya dalam KTT Perdamaian Gaza 2025.

Menutup pidatonya, Rofiq menegaskan bahwa deklarasi ini menjadi titik awal perjuangan panjang Partai Gema Bangsa.

“Partai Gema Bangsa resmi berdiri, resmi berjuang, dan siap menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga: Dipimpin Eks Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Partai Gema Bangsa Optimis Lolos Pemilu 2029

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.