Mengenal SRMP 14 Kota Batu: Sekolah Khusus Keluarga Miskin dengan Fasilitas Premium
January 17, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, KOTA BATU - Pendidikan bagi warga prasejahtera kini naik kelas. Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu yang berlokasi di Panti Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bhima Sakti, kini menjadi sorotan atas keberhasilannya mengelola pendidikan berbasis asrama di Jawa Timur (Jatim).

Hanya dalam waktu 6 bulan sejak diresmikan pada Juli 2025, sekolah ini telah terisi 149 siswa dari kapasitas 150 orang. 

Para siswa tidak hanya datang dari Kota Batu, tetapi juga merambah ke wilayah Malang Raya, Kediri hingga Jombang.

Sistem Dua Rapor: Akademik dan Karakter Keasramaan

Berbeda dengan sekolah reguler, siswa di SRMP 14 menerima dua jenis evaluasi hasil belajar. 

Kepala Sekolah SRMP 14 Kota Batu, Yulianah, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan rapor pembelajaran dan rapor keasramaan secara berkala.

“Rapor pembelajaran berisi capaian nilai mata pelajaran, sementara rapor keasramaan menilai capaian karakter mulai dari spiritual, kedisiplinan hingga ketertiban di asrama. Progresnya sangat signifikan,” ujar Yulianah kepada SURYA.co.id, Sabtu (17/1/2026).

Filosofi "Membersamai" Siswa Apa Adanya

Yulianah mengakui, keragaman kemampuan siswanya sangat menantang. Mulai dari siswa yang sangat cerdas hingga siswa yang bahkan belum lancar membaca. 

Menghadapi hal tersebut, ia menekankan filosofi "membersamai" kepada para tenaga pendidiknya.

“Jangan dipaksa untuk dimampukan, tapi dampingi. Jika capaian belum memenuhi kriteria, maka harus dibersamai. Itulah fungsi guru sekolah rakyat. Kami menuntut diri untuk ikhlas dan bertanggung jawab 24 jam mengawasi mereka secara holistik,” tambahnya.

Bagi siswa yang tertinggal secara akademis, sekolah menyediakan treatment khusus berupa tambahan belajar di luar jam sekolah formal, agar mereka mampu mengejar ketertinggalan.

PEMBELAJARAN - Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu yang ada di Panti Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bhima Sakti Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, kini telah beroperasi sekitar 6 bulan. Dalam perjalanannya banyak hal-hal menarik yang dialami para guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
PEMBELAJARAN - Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu yang ada di Panti Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bhima Sakti Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, kini telah beroperasi sekitar 6 bulan. Dalam perjalanannya banyak hal-hal menarik yang dialami para guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. (Surya.co.id/Dokumentasi Humas SRMP 14 Kota Batu)

Fasilitas Premium untuk Siswa Prasejahtera

Meski diperuntukkan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem (masuk kategori DTSEN desil 1 dan 2), fasilitas yang diberikan SRMP 14 tergolong mewah. Berikut adalah fasilitas yang didapat setiap siswa:

  • Teknologi: Satu siswa satu laptop dan penggunaan smartboard di setiap kelas.
  • Kebutuhan Pokok: Tempat tinggal di asrama, seragam lengkap, makan 3 kali sehari, dan camilan 2 kali sehari.
  • Kesehatan: Cek kesehatan rutin, pendampingan gizi, dan peralatan mandi.
  • Pengembangan Diri: Berbagai fasilitas minat dan bakat.

Tantangan Menjadi Orang Tua 24 Jam

Bagi Yulianah, menjadi kepala sekolah di SRMP 14 adalah pengalaman emosional yang luar biasa. Ia harus memimpin kru dari kalangan milenial dan Gen Z untuk memiliki tingkat keikhlasan yang tinggi.

“Paling menarik karena saya betul-betul harus menjadi orang tua bagi 149 anak selama 24 jam. Ini pendidikan yang sesungguhnya, tidak hanya transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan membersamai kehidupan mereka setiap hari,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.