TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai Dewa United masih menyimpan kapasitas untuk bersaing di jajaran elite Super League, meski perjalanan mereka musim ini tidak selalu berjalan mulus.
Sepanjang kompetisi musim berjalan, Dewa United belum mampu mempertahankan konsistensi performa seperti yang diharapkan sejak awal.
Pada musim sebelumnya, tim berjuluk Banten Warriors itu mampu mengakhiri Liga 1 2024/25 sebagai runner-up, tepat di bawah Persib Bandung.
Memasuki musim ini, manajemen Dewa United menunjukkan ambisi besar dengan memperkuat skuad melalui suntikan finansial yang signifikan.
Sejumlah nama tenar didatangkan sejak awal kompetisi, mulai dari Privat Mbarga, Wahyu Prasetyo, Edo Febriansyah, hingga Nick Kuipers.
Namun alih-alih melanjutkan tren positif menuju jalur juara, klub yang kerap disebut sebagai tim “sultan” justru mengalami penurunan performa.


















Skuad yang dipimpin Stefano Lilipaly lebih sering berkutat di area papan bawah klasemen dan bahkan sempat berada dekat zona degradasi.
Hingga pekan ke-17, posisi Dewa United masih cukup rawan karena hanya terpaut tujuh poin dari batas degradasi, dengan menempati peringkat ke-13.
Situasi tersebut sedikit membaik setelah kemenangan telak 0-3 atas Persijap Jepara, yang mengangkat posisi mereka ke urutan ke-11 dan memberi napas lebih lega.
Mencermati kemunduran performa Dewa United musim ini, Bojan Hodak menegaskan bahwa Persib tetap tidak boleh lengah.
Di sisi lain, Persib Bandung saat ini berada di puncak klasemen dengan koleksi 38 poin sekaligus menyandang status juara paruh musim.
Ketika diminta menyebutkan calon rival terberat Persib pada putaran kedua, Hodak menyodorkan nama Borneo FC, Persija Jakarta, serta Malut United.
Meski demikian, pelatih asal Kroasia tersebut tetap memasukkan Dewa United sebagai salah satu tim yang berpotensi bangkit dan meramaikan papan atas.
"Mungkin di putaran kedua juga Dewa United bisa memberikan kejutan," ucap Hodak dilansir dari Kompas.com.
"Karena mereka juga menginvestasikan banyak uang untuk tim, mereka juga punya pemain yang bagus."
"Setiap putaran kedua, mereka selalu lebih baik, jadi mereka juga berbahaya," jelasnya.
Saat ini, jarak poin Dewa United menuju posisi empat besar tercatat mencapai 14 angka.
Walau demikian, ketatnya persaingan di Super League membuat peluang mereka untuk ikut berebut tiket kompetisi Asia dinilai masih terbuka.
Sementara itu, pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink menempatkan Persib sebagai lawan dengan tingkat pengalaman yang jauh lebih matang.
"Untuk klub muda, hasil tidak selalu stabil setiap musim," tutur mantan pelatih Galatasaray di laman resmi liga.
"(Persib) Bandung punya sejarah besar dan tentu saja kesuksesan yang sudah mereka raih."
"Kami adalah klub yang masih muda dan sedang berusaha mendapatkan tempat di kompetisi ini," tambahnya.