PANGKEP, TRIBUN-TIMUR.COM - Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport bernomor registrasi PK-THT yang diduga jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Sabtu (17/1/2026) siang, berusia 25,3 tahun.
Pesawat ini pertama kali terbang, Selasa, 10 Oktober 2000, dari pabrikannya di Toulouse, Perancis.
ATR merupakan singkatan dari Avions de Transport Régional, yaitu pesawat turboprop buatan kerja sama Perancis–Italia.
ATR merupakan perusahaan patungan (joint-venture) Airbus (Perancis) dengan Leonardo (Italia).
Pesawat ATR umumnya digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah, terutama rute antardaerah.
Dikutip dari Planespotters.net, PK-THT pertama kali dioperasikan Air Dolomiti pada Maret 2001 hingga 2010.
Baca juga: Komunikasi Internet, Jurnalis dan SAR Beli Voucher Lintas Hotspot di Balocci
Baca juga: 500 Bungkus Nasi Kuning Pangkajene untuk Tim SAR Gabungan di Balocci
Air Dolomiti adalah maskapai asal Italia yang didirikan pada 1989 dan kini menjadi anak perusahaan Lufthansa Group.
Maskapai ini banyak melayani rute regional Eropa, terutama penerbangan dari dan ke Italia–Jerman.
Pada Juli 2010, PK-THT kemudian diambil alih Indonesia Air Transport, yang saat itu mayoritas sahamnya dimiliki MNC Group.
Indonesia Air Transport kemudian menyewakannya kepada Vale hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Bandara Adi Soecipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Berdasarkan manifest penerbangan yang beredar, pesawat tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang.
Baca juga: TRC SAR Pangkep: Pencarian 11 Korban dan Serpihan ATR 400 Dilanjutkan Minggu Subuh
Adapun daftar kru penerbangan adalah Kapten Andy Dahananto (pilot), First Officer Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, serta dua awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifest masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.