TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Tulungagung - Isu penangkapan babi ngepet di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, membuat warga gempar. Hewan tersebut berujung dijual.
Babi ngepet adalah makhluk siluman babi dalam mitologi dan legenda rakyat Indonesia yang dipercaya sebagai jelmaan manusia yang melakukan pesugihan untuk mendapatkan kekayaan secara cepat dengan cara mencuri uang.
Babi tersebut ditangkap oleh seorang warga bernama Hariyanto (43) pada Jumat (16/1/2026) pagi. Ia berkisah, babi itu awalnya terlihat di kawasan gapura, perbatasan Desa Pakel dengan wilayah Kabupaten Blitar.
Sekitar pukul 05.00 WIB, babi berjenis betina itu berhasil ditangkap warga, namun lepas. Hariyanto pun lantas mengejarnya.
“Sudah ditangkap, tapi kemudian berhasil melepaskan diri dari jeratnya dan kabur lagi. Saya kemudian mengejarnya,” tuturnya dikutip dari TribunJatim, Minggu (18/1/2026).
Menggunakan kurungan ayam jago, Hariyanto mengejar anakan babi itu di kawasan belakang rumahnya. Hariyanto berhasil menyergap babi itu dengan kurungan ayam dan membawanya pulang.
“Ternyata banyak yang penasaran penangkapan babi ini. Warga berdatangan untuk melihat babi itu,” jelasnya.
Dari ramainya warga yang berdatangan itulah, muncul soal babi ngepet atau babi pesugihan. Foto dan video babi itu kemudian menyebar disertai isu penangkapan babi ngepet.
Hariyanto mengaku, ada yang menyarankan untuk mengecat kelapanya dengan warna putih, atau mengiris kupingnya untuk membuat kapok orang yang ngepet.
“Semua tidak saya lakukan, karena saya yakin ini benar-benar babi, bukan babi jadi-jadian. Teman saya ikut meyakinkan, ini memang babi biasa, bukan babi hutan,” katanya.
Di wilayah Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, tidak ada peternakan babi, namun di seberang Sungai Brantas yang masuk Kecamatan Ngunut, Tulungagung, banyak peternakan babi.
Hariyanto tidak tahu pasti dari mana asal babi ini, tetapi ada warga yang melihat 4 hari sebelumnya, babi ini ada di tepi Sungai Brantas. Babi ini juga pernah terlihat di permukiman warga, kemudian diusir.
“Saya kasih makan ketela dan ampas tahu dimakan dengan lahap. Beratnya mungkin sekitar 10 kg,” ungkapnya.
Namun belakangan, babi kecil berwarna hitam yang ditangkap itu telah dijual Rp 400.000. Sebab, ia tidak percaya isu babi ngepet yang digembar-gemborkan warga.
“Sudah dibeli teman saya dari Blitar Rp 400.000. Sekarang sudah dibawa,” ujar Hariyanto (43), warga yang menangkap babi itu, Sabtu (17/1/2026).
Hariyanto tidak tahu pasti, apakah babi itu dipelihara atau dikonsumsi. Sedangkan uang hasil penjualan babi ini sudah dibelikan rokok, dan dibagikan ke teman-temannya yang melihatnya menangkap babi itu.