Jangan Biarkan Cacar Api Merampas Aktivitas Harian, Ini Risiko Nyata yang Kerap Diabaikan
January 18, 2026 03:30 AM

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rutinitas harian orang dewasa kerap dipenuhi pekerjaan, urusan keluarga, hingga komitmen sosial. 

Namun di balik aktivitas yang tampak normal, ada ancaman kesehatan yang sering datang tanpa disadari yaitu cacar api atau Herpes Zoster.

Penyakit ini bukan sekadar ruam kulit biasa. Pada banyak kasus, cacar api justru meninggalkan nyeri berkepanjangan yang dapat mengganggu tidur, pekerjaan, hingga kualitas hidup sehari-hari.

Imunitas Menurun, Risiko Cacar Api Meningkat

Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh manusia mengalami penurunan alami atau age-related immunity decline (ARDI). 

Kondisi ini membuat orang dewasa semakin rentan terhadap infeksi, termasuk reaktivasi Virus Varicella Zoster, virus penyebab cacar api yang sebelumnya dorman di dalam tubuh.

Herpes Zoster banyak terjadi pada orang dewasa dan lansia, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan ginjal, kanker, hingga penyakit autoimun.

Nyeri yang Datang Setelah Ruam Hilang

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, menyoroti dampak serius cacar api yang kerap dialami pasien setelah ruam sembuh.

“Kami di Rumah Sakit Siloam Lippo Village juga menangani banyak pasien Herpes Zoster. Dengan komplikasi yang paling banyak kami tangani yaitu Nyeri Pascaherpes (NPH),"ungkapnya pada Healthtalk yang diselenggarakan di RS Siloam Lippo Village Tangerang, Sabtu (17/1/2026). 

Baca juga: Rekomendasi Vaksinasi Dewasa 2025: Terbaru Ada Vaksin Herpes Zoster dan RSV

Berdasarkan cerita dari para penyintas, nyeri ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan berkurangnya kualitas hidup. 

Beberapa individu menyatakan bahwa nyeri ini menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja, kualitas tidur, waktu dengan keluarga, dan kemampuan untuk menikmati aktivitas sehari- hari. 

Nyeri pascaherpes (NPH) bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, dan risikonya meningkat pada pasien usia lanjut.

Aktif Berkarya, Tapi Kesehatan Tetap Prioritas

Isu ini juga menjadi perhatian Maia Estianty yang terlibat sebagai Duta Kampanye Kesehatan “Kenali Cacar Api”. 

Dalam kesehariannya sebagai pekerja seni, ibu, dan istri, Maia menekankan pentingnya menjaga kesehatan agar aktivitas hidup tidak terhenti oleh penyakit.

“Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan,"kata Maia pada kesempatan yang sama. 

Pesan tersebut sejalan dengan kampanye Ageing Gracefully, yang mengajak orang dewasa, terutama kelompok berisiko, untuk tetap aktif, produktif, dan sadar pencegahan.

Pencegahan Lebih Penting daripada Mengobati

Banyak orang baru menyadari risiko cacar api setelah terlambat. Padahal, pencegahan menjadi langkah krusial, terutama bagi individu dengan penyakit penyerta.

Sesuai rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal sebagai upaya menjaga kualitas hidup di masa mendatang.

Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia, dr. Johan Wijoyo, menegaskan pentingnya edukasi publik dalam pencegahan penyakit ini.

“Kami percaya bahwa edukasi dan akses informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik," kata dr Johan.

Cacar Api Bisa Mengganggu Keseharian Tanpa Disadari

Sekitar 9 dari 10 individu dewasa usia di atas 50 tahun telah membawa virus penyebab cacar api dalam tubuhnya. 

Artinya, risiko bisa muncul kapan saja, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.

Meski tidak menular secara langsung seperti flu, cacar api tetap dapat menularkan virus Varicella Zoster melalui kontak dengan cairan lepuhan aktif dan menyebabkan cacar air pada individu yang belum pernah terinfeksi sebelumnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.