TRIBUNJOGJA.COM - Sunday Morning (Sunmor) UGM adalah pasar pagi mingguan yang digelar setiap hari Minggu.
Sunmor berlokasi di kawasan sekitar Jalan Lembah UGM, yang biasanya mulai buka pukul 06.00 hingga sekitar 10.00 WIB.
Sunmor selalu jadi surga jajanan Minggu pagi favorit mahasiswa dan warga Yogyakarta.
Mulai dari jajanan tradisional hingga camilan kekinian, semuanya mudah ditemukan di area kampus.
Harga terjangkau dan cita rasa khas membuat pengunjung betah berburu kuliner sejak pagi. Beragam pilihan jajanan cocok untuk ganjel perut sebelum lanjut jalan santai.
Berikut 8 rekomendasi jajanan Sunmor UGM yang wajib dicoba:
Hanayo Kitchen merupakan gerai yang sering dijumpai oleh pengunjung Sunmor UGM dan kawasan sekitar kampus UGM.
Meski dikenal sebagai restoran Jepang kecil di Jogja.
Pedagang Hanayo sering membawa versi jajanan kaki limanya seperti takoyaki dengan pilihan isi saus khas, keju, dan gurita, serta dimsum dengan saus mentai yang creamy dan menggugah selera.
Takoyaki di Hanayo Kitchen terkenal karena teksturnya yang lembut di luar dan padat di dalam, berpadu dengan saus dan topping yang juicy.
Sementara dimsum mentai-nya menawarkan kombinasi rasa gurih dan creamy yang jadi favorit banyak mahasiswa saat santai pagi di Sunmor UGM.
Telur gulung merupakan jajanan kaki lima legendaris yang hampir selalu hadir di berbagai pasar pagi, termasuk Sunday Morning UGM.
Terbuat dari campuran telur yang dikocok dan digoreng dalam minyak panas, jajanan ini kemudian digulung menggunakan tusukan bambu.
Tekstur telur gulung cenderung renyah di luar, tetapi tetap lembut di bagian dalam.
Rasanya sederhana, gurih, dan sangat cocok disantap sebagai camilan ringan pagi hari.
Saat Sunmor UGM, telur gulung biasanya disajikan dengan saus sambal encer khas yang sudah diracik.
Harganya yang murah membuat jajanan ini selalu ramai pembeli, apalagi untuk sekadar ganjal perut sebelum lanjut berburu kuliner lain.
Meski terlihat sederhana, telur gulung punya nostalgia kuat bagi banyak orang. Jajanan ini cocok untuk semua usia dan mudah dinikmati sambil berjalan-jalan.
Mie penthil adalah mie tradisional khas Bantul, Yogyakarta, yang terbuat dari tepung tapioka atau pati singkong, bukan tepung terigu.
Bahan dasar ini membuat teksturnya sangat kenyal dan elastis, bahkan bisa memanjang seperti karet saat dimasak.
Bentuknya yang unik menyerupai “pentil” sepeda menjadi asal-usul penamaannya.
Mie penthil biasanya berwarna kuning karena tambahan kunyit, meski ada juga yang berwarna putih polos.
Jajanan ini banyak ditemukan di pasar tradisional dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Bantul.
Mie penthil kerap disajikan secara sederhana dengan taburan bawang goreng dan sambal pedas.
Rasanya gurih dengan sensasi kenyal yang khas, cocok dinikmati sebagai jajanan pagi saat berkeliling Sunmor.
Karena terbuat dari bahan alami tanpa pengawet, mie penthil tidak tahan lama dan sebaiknya langsung disantap saat masih hangat.
Keunikan tekstur dan cita rasanya membuat mie penthil selalu diburu pencinta kuliner tradisional.
Baca juga: 11 Rekomendasi Kuliner di Kulon Progo Untuk Makan Siang Saat Jam Istirahat
Roti Kukus Thailand yakni jajanan yang sering mencuri perhatian di Sunmor UGM.
Terutama karena teksturnya yang lembut dan paduan rasa manis yang klasik.
Menjual roti kukus dengan berbagai topping seperti cokelat, keju, hingga susu kental manis, roti ini jadi alternatif sarapan ringan sebelum melanjutkan jalan-jalan di Sunmor.
Roti kukus yang baru dikukus di tempat akan terasa hangat dan empuk, sangat cocok dipadukan dengan kopi atau teh hangat.
Harganya yang terjangkau juga menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang datang dari luar daerah atau mahasiswa dengan budget hemat.
Terang bulan jadul ini berbeda dari martabak modern yang penuh topping, versi jadul ini biasanya hanya berisi gula, cokelat meses, atau kacang.
Adonannya tebal, tetapi lembut, dengan aroma khas yang langsung mengingatkan pada jajanan masa kecil.
Proses memasaknya yang masih menggunakan cara tradisional membuat rasanya terasa autentik.
Tak heran jika terang bulan jadul selalu punya penggemar setia di Sunmor UGM.
Rasanya yang tidak terlalu manis membuatnya cocok dinikmati segala usia.
Harganya pun relatif terjangkau dibanding versi modern yang lebih kekinian.
Jajanan ini paling nikmat disantap hangat.
Kehadiran terang bulan jadul menambah nuansa klasik dan hangat di tengah keramaian Sunmor.
Barokah Jaya Pentol adalah stan pentol yang cukup sering muncul di area Sunmor UGM.
Penjual ini menyediakan pentol goreng ataupun rebus yang disajikan dengan bumbu sambal pedas manis khas.
Pedagang seperti ini biasanya punya loyal-customer tersendiri karena rasanya yang konsisten dan harga yang sangat bersahabat.
Porsi yang bisa dipesan beberapa tusuk sekaligus juga cocok untuk berbagi bersama teman.
Ceker setan menjadi salah satu jajanan favorit bagi pencinta pedas yang berkunjung ke Sunday Morning UGM.
Olahan ceker ayam ini dimasak dengan bumbu merah super pedas yang kaya rempah dan cabai.
Tekstur cekernya empuk karena dimasak lama hingga bumbu meresap ke tulang. Sensasi pedas yang menyengat membuat jajanan ini dikenal dengan nama “setan”.
Aromanya yang menggoda sering membuat pengunjung berhenti hanya untuk mencicipi.
Rasanya pedas, gurih, dan sedikit manis, cocok bagi penggemar makanan ekstrem.
Meski pedasnya cukup menantang, banyak orang justru ketagihan setelah mencoba satu porsi.
Jajanan ini paling pas disantap saat masih panas agar cita rasanya maksimal.
Zuppa Soup di Sunmor UGM merupakan pilihan jajanan yang pas untuk pengunjung yang ingin menghangatkan badan di pagi yang kadang masih sejuk.
Menu soup umumnya dibuat dengan kaldu gurih dan potongan sayuran segar, kadang ditambah ayam atau jamur sesuai selera pedagang.
Banyak pedagang menyajikan soup dalam porsi kecil hingga sedang sehingga cocok sebagai camilan sebelum makan besar. Sensasi kuah hangat yang cocok disantap sambil jalan-jalan membuatnya jadi favorit di pagi hari Sunmor, terutama saat cuaca masih sejuk.
(MG Zahrah Suci Al Aliyah)