Kekecewaan Arteta, Peluang Arsenal Unggul 9 Poin Terbuang Sia-sia, Rekor Minor 13 Tahun Terulang 
January 18, 2026 08:15 AM

TRIBUNNEWS.COM - Arsenal gagal memaksimalkan peluang emas untuk menjauh dengan unggul 9 poin di puncak klasemen Liga Inggris, Minggu (18/1/2026).

Bertandang ke markas Nottingham Forest di City Ground, Arsenal menyelesaikan pertandingan tanpa bisa mencetak gol, dan menutup laga dengan hasil 0-0.

Hasil ini terasa semakin menyakitkan karena Manchester City tumbang 2-0 dari Man United, situasi yang sejatinya bisa membawa The Gunners unggul hingga sembilan poin.

Alih-alih menjauh, Arsenal justru pulang dengan rasa frustrasi yang kental. Kekecewaan dirasakan oleh pelatih Arsenal, Mikel Arteta. 

Karena gagal menang, Arsenal hanya bisa menambah satu poin. Mereka memang tetap di puncak dengan 50 poin, unggul tujuh poin dari Manchester City pada pekan ke-22 Liga Inggris.

Ini menjadi dua hasil imbang beruntun Arsenal setelah pekan sebelumnya juga imbang 0-0 dengan Liverpool, sebuah catatan minor yang terakhir kali terjadi 13 tahun lalu.

Rekor tersebut mengulang awal musim 2012/2013, sekaligus menandai momentum yang terbuang sia-sia di tengah persaingan ketat papan atas.

Baca juga: Hasil Klasemen Liga Inggris: Ditahan Imbang Nottingham Forest, Arsenal Tetap Perlebar Puncak

Arsenal sejatinya tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang bersih saat melawan Forest.

Namun penyelesaian akhir kembali menjadi masalah, termasuk peluang emas Gabriel Martinelli yang terbuang di depan gawang. 

Pergantian pemain yang dilakukan Arteta sempat meningkatkan intensitas serangan, tetapi gol yang dinanti tak kunjung datang.

Kontroversi muncul di babak kedua ketika Arsenal merasa layak mendapat hadiah penalti akibat dugaan handball Ola Aina. 

Bek kanan Forest itu berusaha mengontrol bola yang memantul di area penaltinya sendiri sambil dihadang oleh Gabriel Jesus dan ditabrak oleh rekan setimnya sendiri, Elliot Anderson. 

Arteta tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia menilai momen ini seharusnya bisa membuat Arsenal mendapatkan penalti dan menjadi pengubah laga.

"Saya baru melihat ulang tayangannya, menurut saya itu jelas penalti," kata Arteta, dikutip dari BBC Sport.

"Ada niat untuk menyapu bola di dalam kotak dan itu penalti yang jelas, jadi saya tidak mengerti kenapa tidak diberikan," sambungnya.

VAR dan wasit tetap bergeming. Premier League Match Centre menyatakan keputusan tanpa penalti sudah ditinjau dan dikonfirmasi, dengan alasan bola lebih dulu mengenai bahu dan posisi tangan Aina dianggap natural. 

Disisi lain, pelatih Forest, Sean Dyche, justru menilai klaim Arsenal berlebihan. 

"Itu konyol. Kalau hal seperti itu diberikan penalti, lebih baik sepak bola dibatalkan saja," ujarnya.

SELEBRASI ARSENAL - Striker Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol bersama rekan setim ke gawang Everton pada lanjutan pekan ke-17 Liga Inggris di Stadion Hill Dickinson pada Minggu (21/12/2025). (Instagram Arsenal - 21/12/2025).
SELEBRASI ARSENAL - Striker Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol bersama rekan setim ke gawang Everton pada lanjutan pekan ke-17 Liga Inggris di Stadion Hill Dickinson pada Minggu (21/12/2025). (Instagram Arsenal - 21/12/2025). (Arsenal)

Baca juga: Hasil Derby Manchester di Liga Inggris: MU Gulung City 2-0, Arsenal Paling Bahagia

Meski kecewa, Arteta menyinggung padatnya jadwal yang harus dihadapi timnya. 

"Jadwalnya sangat menuntut. Kami baru bermain dua setengah hari lalu, lalu tiga hari lagi menghadapi Inter, setelah itu Manchester United," ucapnya. 

Namun di tengah alasan tersebut, satu hal tak terbantahkan: Arsenal kembali menyia-nyiakan kesempatan besar.

Peluang untuk membuat keunggulan sembilan poin yang terbuka lebar kini tinggal penyesalan.

"Kami menciptakan empat peluang besar dengan Martinelli mencetak gol dari gawang terbuka, Declan Rice mencetak gol dari jarak dekat, Mikel dan sundulan Bukayo, dan di atas itu tentu saja penalti yang sangat jelas di dalam kotak penalti yang tidak diberikan."

"Jadi, tanpa kebobolan satu pun tembakan tepat sasaran, sekali lagi, fakta bahwa kami belum memenangkan pertandingan sangat mengecewakan," jelas Arteta, melalui laman resmi klub.

Di laga selanjutnya, The Gunners bakal bermain di Liga Champions melawan Inter Milan sebelum kemudian bermain di kandang menjamu Manchester United.

Dua laga besar ini menjadi ujian serius bagi Arsenal. Inter tampil konsisten di musim ini, sedangkan Man United dalam misi kebangkitan bersama pelatih Michael Carrick, usai mengalahkan Man City.

Jika Arsenal sukses di dua laga ini, mereka mungkin bisa dikatakan memiliki peluang yang paling besar untuk memenangkan gelar juara musim ini.

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Arsenal
22
15
5
2
40
14
26
50
2
35
Man. City
22
13
4
5
45
21
24
43
3
35
Aston Villa
21
13
4
4
33
24
9
43
4
35
Liverpool
22
10
6
6
33
29
4
36
5
35
Manchester United
22
9
8
5
38
32
6
35
6
35
Chelsea
22
9
7
6
36
24
12
34
7
35
Brentford
22
10
3
9
35
30
5
33
8
35
Sunderland
22
8
9
5
23
23
0
33
9
35
Newcastle
21
9
5
7
32
27
5
32
10
35
Fulham
22
9
4
9
30
31
-1
31
11
35
Brighton
21
7
8
6
31
28
3
29
12
35
Everton
21
8
5
8
23
25
-2
29
13
35
Crystal Palace
22
7
7
8
23
25
-2
28
14
35
Tottenham
22
7
6
9
31
29
2
27
15
35
Bournemouth
21
6
8
7
34
40
-6
26
16
35
Leeds United
22
6
7
9
30
37
-7
25
17
35
Nottm Forest
22
6
4
12
21
34
-13
22
18
35
West Ham
22
4
5
13
24
44
-20
17
19
35
Burnley
22
3
5
14
23
42
-19
14
20
35
Wolves
21
1
4
16
15
41
-26
7
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

 

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.