TRIBUNNEWS.COM - Pencarian 10 penumpang dan kru pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kembali dilanjutkan pada Minggu (18/1/2026) pagi.
Selain itu, Tim SAR gabungan juga akan mencari black box pesawat yang hilang kontak pada Sabtu siang.
Adapun fokus pencarian dilakukan di Pegunungan Bulusaraung (1.353 -1531 Mdpl) yang berlokasi di perbatasan Pangkep-Maros-Bone, Sulawesi Selatan.
"Kita berdoa semoga pagi ini sampai siang, Bulusaraung tak hujan," katanya di Posko TRC SAR Pangkep, di Pangkajene, Minggu dini hari pukul 00.21 Wita.
Hujan rintik masih turun di wilayah Balocci, dan Bantimurung, dari sore hingga malam tadi.
Tim SAR akan memaksimalkan pencarian pada hari Minggu.
"Pencarian akan diporsir hari ini, (Minggu) sebab data BMKG menyebut Senin turun hujan ringan dan hujan lebat turun di kawasan Maros-Pangkep," ujar Akbar Yunus.
Setidaknya 1.000 relawan dan warga akan membantu proses pencarian korban.
Baca juga: Serpihan Pesawat yang Ditemukan Pendaki di Puncak Gunung Bulusaraung Diamankan
Pendaki menemukan serpihan diduga milik pesawat ATR milik Indonesia Air Transport.
Video dan foto penampakan penemuan itu beredar di media sosial.
Seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @makassar_iinfo, tampak diduga serpihan pesawat dalam kondisi terbakar.
Selain diduga serpihan pesawat, ada pula barang lain seperti dokumen dan semacam logo sebuah instansi dengan lambang Garuda yang diduga merupakan logo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Beredar informasi dugaan kecelakaan pesawat di atas wilayah Maros. Saat ini disebutkan adanya temuan serpihan pesawat di sekitar puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Sabtu sore (17 Januari 2026)," tulis keterangan unggahan tersebut.
Kepala Operasi Kantor SAR Makassar, Andi Sultan mengungkapkan pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai serpihan yang diduga milik pesawat ATR itu.
Saat ini, serpihan-serpihan tersebut sudah diamankan di rumah Kepala Dusun setempat.
"Kami terima informasi pukul 16.33 dari potensi SAR yang ada di sana dan mengirimkan gambar diduga sebagai serpihan pesawat."
"Kami sudah komunikasi dengan pendaki, kami sudah konfirmasi dengan Pak Dusun, serpihan yang dibawa sama pendaki sebagian sudah diserahkan ke Pak Dusun," ungkap Andi dalam wawancara bersama Kompas TV, Sabtu malam.
Untuk informasi, Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu siang.
Pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak setelah melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Baca juga: Pencarian Pesawat ATR Indonesia di Gunung Bulusaraung Dilanjutkan Minggu Pagi
Kronologi Hilang Kontak
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi terkait pegawainya ikut dalam Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
"Perlu kami sampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," kata Sakti dalam jumpa pers di Kantor KKP, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Tim air surveillance itu dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).
Berikut datanya:
Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo menyebut ada 7 kru mereka yang berada di dalam pesawat, yaitu:
(Tribunnews.com/Gilang P, Mario C Sumampow) (Tribun-Timur.com/Fahrizal Syam, Thamzil Thahir)