Profil Ahmad Rofiq Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Mantan Sekjen NasDem dan Perindo
January 18, 2026 08:15 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut profil Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq.

Partai Gema Bangsa secara resmi dideklarasikan sebagai partai politik baru di Indonesia.

Deklarasi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (17/1/2026).

Momen ini bertepatan dengan perjalanan satu tahun perjalanan Partai Gema Bangsa membangun pondasi kelembagaan partai. 

Ahmad Rofiq dalam pidato deklarasinya menegaskan bahwa partai tersebut lahir dari kegelisahan dan harapan rakyat akan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan bermartabat.

“Hari ini bukan sekadar deklarasi sebuah partai politik. Hari ini adalah pernyataan tekad, suara hati, dan gema perubahan,” kata Rofiq di hadapan ribuan kader dan tamu undangan.

Partai Gema Bangsa, lanjut Rofiq, telah berhasil membangun struktur organisasi secara penuh di seluruh Indonesia dalam satu tahun ini.

Parta Gema Bangsa saat ini sudah memiliki 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota.

Profil dan Sepak Terjang Ahmad Rofiq

Ahmad Rofiq merupakan salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Gema Bangsa.

Lahir di Lamongan, Jawa Timur, pada 25 Agustus 1975, Ahmad Rofiq (50) bukan orang baru di belantika panggung politik Tanah Air.

Ia tercatat pernah menjabat posisi Sektetaris Jenderal (Sekjen) di tiga partai berbeda.

Baca juga: Diajak Gabung Partai Gema Bangsa, Ini Jawaban Sudirman Said

Ahmad Rofiq merupakan mantan Sekjen Perindo periode 2015-2024, Sekjen Partai NasDem periode 2011–2013, serta Sekjen Partai Matahari Bangsa (2006–2010).

Rofiq beberapa kali terlibat dalam pendirian partai politik

Ia tercatat sebagai salah satu dari 45 tokoh nasional yang mendeklarasikan organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat bersama Surya Paloh pada 2010.

Ketika organisasi tersebut bertransformasi menjadi Partai NasDem pada 2011, Ahmad Rofiq dipercaya mengemban jabatan Sekjen.

Pada 2013, ia bersama Hary Tanoesoedibjo menggagas pembentukan Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) yang kemudian menjadi cikal bakal Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Didapuk menjadi Sekretaris Jenderal sejak 2015, Ia mengundurkan diri pada 2024 untuk mendirikan Partai Gema Bangsa.

Ahmad Rofiq pernah masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Saat itu, Ahmad Rofiq menjabat Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin.

Pada 17 Januari 2025, Ahmad Rofiq bersama Patrice Rio Capella dan Andogo Wiradi, mendirikan Partai Gema Bangsa, yang kemudian dideklarasikan setahun kemudian, 17 Januari 2026.

Baca juga: Partai Gema Bangsa Resmi Deklarasi, Usung Visi Indonesia Mandiri dan Reborn

Riwayat Karier

Selain di dunia politik, Ahmad Rofiq memiliki riwayat pekerjaan di bidang media dan tour and travel.

Sejumlah jabatan di MNC Group, yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo, pernah diemban Rofiq.

Seperti Komisaris MNC Vision maupun Komisaris Koran Sindo.

Berikut sejumlah jabatan dalam kariernya:

  • Direktur Utama PT Syahravaraz Trans Cargo (2006–sekarang)
  • Komisaris PT Varaz Tour & Travel (2006–sekarang)
  • Komisaris Utama Al-Malik Umrah & Haji Khusus (2019–2024)
  • Komisaris MNC Vision (2014–2024)
  • Komisaris PT Media Nusantara Distribusi (2012–2014)
  • Komisaris Koran Sindo (2012–2014)

Riwayat Pendidikan

  • Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Teknik Elektro (1994–2000)
  • SMU Muhammadiyah Lamongan
  • SMP Muhammadiyah Lamongan
  • Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 10 Tlogosadang Lamongan

Usung Tiga Visi Besar

Dalam deklarasi Partai Gema Bangsa, Rofiq menegaskan tiga visi utama, yakni Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn, yang menjadi arah perjuangan partai ke depan.

1) Visi Indonesia Mandiri

Menekankan kemandirian ekonomi, politik, dan budaya. Menurut Rofiq, kemandirian ekonomi berarti rakyat berdaulat atas hasil kerjanya.

“Petani berdaulat atas tanah dan hasil panennya, nelayan berdaulat atas laut dan hasil tangkapannya, UMKM berdaulat atas pasar dan teknologinya,” ujarnya.

Sementara kemandirian politik, lanjut Rofiq, menuntut agar keputusan strategis bangsa berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan tekanan oligarki, kepentingan asing, atau transaksi kekuasaan.

Partai Gema Bangsa juga menegaskan komitmen terhadap politik hijau, yang berorientasi pada keadilan ekologi dan kedaulatan lingkungan.

2) Visi Desentralisasi Politik Kepartaian

Rofiq menilai praktik politik yang masih sentralistik dan elitis justru bertentangan dengan nilai demokrasi.

“Bagaimana kita bisa bicara demokrasi, sementara partai politik masih feodal, anti kritik, dan tersentralisasi,” ujar Rofiq.

Ia menegaskan bahwa desentralisasi politik berarti memberikan kewenangan pengambilan keputusan kepada pimpinan partai di daerah, melahirkan kepemimpinan lokal, serta membuka ruang keberagaman kebijakan berbasis kebutuhan daerah.

“Kami ingin demokrasi yang hidup di akar rumput, bukan demokrasi lima tahunan semata,” katanya.

3) Visi Indonesia Reborn

Hal ini dimaknai sebagai kebangkitan kesadaran nasional untuk membangun tata kelola politik yang bermoral, kekuasaan yang melayani, serta pembangunan yang berkelanjutan.

“Indonesia Reborn berarti politik yang bermoral, bukan transaksional; kekuasaan yang melayani, bukan menguasai; dan generasi muda sebagai pelaku perubahan, bukan penonton,” tegas Rofiq.

Dalam pidatonya, Rofiq juga menyatakan dukungan Partai Gema Bangsa terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta menyatakan dukungan agar Prabowo maju kembali pada Pilpres 2029.

Selain itu, Partai Gema Bangsa mengusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima Nobel Perdamaian atas perannya dalam mendorong perdamaian Palestina–Israel melalui solusi dua negara dan keterlibatannya dalam KTT Perdamaian Gaza 2025.

Menutup pidatonya, Rofiq menegaskan bahwa deklarasi ini menjadi titik awal perjuangan panjang Partai Gema Bangsa.

“Partai Gema Bangsa resmi berdiri, resmi berjuang, dan siap menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia,” pungkasnya.

(Tribunnews.com/Gilang P, Glery Lazuardi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.