Telkomsel Pastikan Jaringan Normal di Sekitar Lokasi Jatuhnya ATR 42‑500 di Maros-Pangkep
January 18, 2026 09:20 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Telkomsel menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42‑500 di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Doa dan empati disampaikan kepada seluruh korban, keluarga, serta pihak terkait yang terdampak.

Berdasarkan data awal AirNav Indonesia, posisi terakhir pesawat berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, dengan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung perbatasan Maros - Pangkep dan Bone.

Gunung Bulusaraung ketinggian 1.353 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL).

Kawasan ini berjarak sekitar 21 km sebelah timur Pangkajene, ibu kota Pangkep dan sekitar 26 km tenggara Maros. 

Kawasan ini masuk Taman Nasional Bantimurung dan hutan vegetasi basah Karaengta.

Akses ke kawasan pendakian favorit anak pencinta alam ini bisa dari kawasan Leang-leang, Jalan Poros Maros - Bone. 

Dari Pangkep bisa diakses dari Jalan Poros Makassar - Pangkep km 49, melewati eks Pabrik Semen Tonasa 1 di Balocci ke timur.

Baca juga: Saksi Mata Ungkap Detik-detik Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulu Saraung Pangkep

General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Sulawesi, Asep Hermawan, mengatakan site Telkomsel terdekat dari lokasi kejadian berjarak sekitar 5 kilometer dan dalam kondisi normal.

Site tersebut tidak terdampak langsung oleh insiden.

Namun, ia mengakui terdapat penurunan kualitas sinyal di beberapa titik lokasi. 

Hal itu lebih dipengaruhi kondisi geografis berbukit yang membatasi jangkauan layanan.

“Sebagai langkah tanggap darurat, Telkomsel telah berkoordinasi dengan TNI, BASARNAS, dan pihak terkait lainnya. Kami juga mengoperasikan dua unit pemancar mini (Compact Mobile BTS) yang ditempatkan di area posko utama,” jelas Asep pada tribun-timur.com, Minggu (18/1/2026) pagi. 

Selain itu, Telkomsel menurunkan tim siaga jaringan di posko untuk memastikan monitoring berlangsung 24 jam. 

Tim tersebut memberikan dukungan teknis langsung serta mempercepat penanganan apabila terdapat kebutuhan khusus dari petugas lapangan.

“Telkomsel berkomitmen penuh mendukung kelancaran komunikasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan darurat, pencarian, dan koordinasi di area terdampak,” tegasnya.

Berdasarkan data manifes, pesawat tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang.

Tim Tribun-Timur.com masih berada di lokasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.