Live Action 5 Centimeters Per Second Akan Tayang 30 Januari 2026 di Bioskop
January 18, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Segera tayang 5 Centimeters Per Second live action pada 30 Januari 2026.

Bagi pecinta anime, 5 Centimeters Per Second sudah tidak asing lagi 

Film rilisan tahun 2007 dengan alur yang sangat menyentuh hati dan membuat sendu sepanjang masa bagi siapapun yang menontonnya.

Setelah penayangan kembali pada 16 Januari 2026 di bioskop. 

Instagram @cgv.id mengumumkan versi live actionnya tayang pada 30 Januari 2026.

Resmi Tayang Live Action 30 Januari 2026

Trailer Live Action 5 Centimeter's Per Second di kabarkan mulai tayag di bioskop pada 30 Januari 2026
Trailer Live Action 5 Centimeter's Per Second di kabarkan mulai tayag di bioskop pada 30 Januari 2026 (youtube @OfficialTohoMovie)

Selain versi animasi, 5 Centimeters Per Second juga mendapatkan perhatian besar ketika diumumkan akan diadaptasi ke dalam film live action.

Adaptasi ini menarik minat banyak penggemar karena 5 Centimeters Per Second dikenal sebagai karya yang sering di sebut tentang kisah patah hati sepanjang masa.

Mengandalkan suasana, emosi sunyi, dengan unsur yang tidak mudah diterjemahkan ke dalam format film nyata.

Live action ini digarap dengan tujuan mempertahankan esensi cerita tentang jarak, waktu, dan cinta yang tidak sampai, namun dengan pendekatan yang lebih realistis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam versi live action, fokus cerita tetap berada pada perjalanan hidup Takaki dari masa kecil hingga dewasa, tetapi dengan penekanan yang lebih kuat pada ekspresi batin karakter melalui akting, gestur, dan ruang-ruang hening.

Jika versi animasi menggunakan lanskap langit, kereta, dan bunga sakura sebagai simbol perasaan.

Akankah live action menghadirkan simbol-simbol tersebut melalui sinematografi nyata seperti kota yang ramai namun terasa sepi, jarak antar karakter dalam satu bingkai, serta momen-momen diam yang sarat makna.

Adaptasi live action ini juga membuka peluang baru terhadap karakter Takaki dan Akari.

Penonton tidak lagi hanya merasakan kesedihan melalui narasi visual animasi, tetapi melalui wajah manusia nyata yang menua, berubah, dan memendam penyesalan.

Hal ini membuat tema waktu terasa lebih dalam dan menyentuh, karena perubahan fisik aktor secara langsung mencerminkan perjalanan hidup karakter.

Kehadiran live action 5 Centimeters Per Second pada akhirnya mempertegas bahwa kisah ini bersifat lintas medium dan lintas generasi.

Baik dalam bentuk animasi maupun film nyata, ceritanya tetap relevan tentang cinta yang tidak selalu bersatu, tentang perasaan yang tertinggal di masa lalu, dan tentang manusia yang harus belajar menerima bahwa tidak semua hal indah bisa dipertahankan.

Live action bukan sekadar pengulangan cerita, melainkan upaya menghadirkan kembali luka dan keheningan yang sama, dengan bahasa visual yang berbeda namun makna yang tetap mendalam.

OST One More Time,One More Change - Masayoshi Yamazaki

Trailer Live Action 5 Centimeter's Per Second di kabarkan mulai tayag di bioskop pada 30 Januari 2026 (youtube @OfficialTohoMovie)

Lagu “One More Time, One More Chance” menjadi soundtrack utama dalam film anime 5 Centimeters Per Second karya Makoto Shinkai.

Lagu ini dinyanyikan oleh Masayoshi Yamazaki dan pertama kali dirilis pada tahun 1997, jauh sebelum animenya dibuat.

Namun, pemilihan lagu ini bukan tanpa alasan, karena lirik dan nuansanya sangat selaras dengan tema film yang menyoroti penyesalan, kerinduan, dan cinta yang tak tersampaikan.

Dalam 5 Centimeters Per Second, lagu ini diputar pada bagian akhir film dan berfungsi sebagai penutup emosional yang memperkuat makna keseluruhan cerita.

Liriknya menggambarkan seseorang yang terus mengingat sosok dari masa lalu dan berharap memiliki satu kesempatan lagi untuk memperbaiki segalanya.

Hal ini sangat mencerminkan perasaan tokoh utama, Takaki Tōno, yang sepanjang hidupnya terjebak dalam kenangan akan cinta pertamanya dan ketidakmampuannya untuk benar-benar melangkah maju.

Penggunaan “One More Time, One More Chance” sebagai soundtrack tidak hanya memperdalam kesan sendu mendalam pada film, tetapi juga menjadi jembatan emosional antara penonton dan cerita.

Musik dan liriknya membuat penonton merenungkan kembali pengalaman pribadi tentang kehilangan, jarak, dan waktu yang tidak bisa diulang.

Karena itulah, lagu ini sering dianggap sebagai salah satu soundtrack anime paling menyayat hati dan ikonik, yang membuat 5 Centimeters Per Second semakin dikenang hingga sekarang.
 

Alur di Bagi Menjadi Tiga Bagian

Trailer Live Action 5 Centimeter's Per Second di kabarkan mulai tayag di bioskop pada 30 Januari 2026
Trailer Live Action 5 Centimeter's Per Second di kabarkan mulai tayag di bioskop pada 30 Januari 2026 (youtube @OfficialTohoMovie)

Bagian pertama “Cherry Blossom” menjadi pembuka yang paling ikonik dalam 5 Centimeters Per Second karena menampilkan kenangan masa kecil Takaki Tono dan Akari Shinohara yang polos, hangat, dan penuh ketulusan.

Keduanya digambarkan sebagai dua anak yang memiliki kedekatan emosional kuat, disatukan oleh kebiasaan sederhana seperti berjalan pulang bersama dan berbagi ketertarikan pada buku.

Namun, kebahagiaan itu perlahan retak ketika keadaan memaksa mereka berpisah akibat perpindahan tempat tinggal. Puncak emosinya terjadi saat Takaki menempuh perjalanan panjang dan melelahkan di tengah badai salju demi bertemu Akari untuk terakhir kalinya.

Pertemuan singkat di stasiun yang sunyi itu sarat dengan keheningan, kata-kata yang tak terucap, dan perasaan cinta yang belum sempat tumbuh utuh, menjadikan perpisahan mereka terasa sangat menyayat dan membekas sepanjang hidup Takaki.

Sementara itu, bagian kedua berjudul “Cosmonaut” beralih ke fase kehidupan Takaki yang lebih dewasa, sekaligus menunjukkan dampak jangka panjang dari perpisahan masa kecil tersebut.

Cerita difokuskan pada sudut pandang Kanae Sumida, seorang gadis yang menyimpan perasaan pada Takaki saat mereka bersekolah di Tanegashima.

Meski secara fisik Takaki hadir di sekitarnya, secara emosional ia terasa jauh dan tertutup, seolah pikirannya selalu terikat pada sosok dari masa lalu, yaitu Akari.

Takaki digambarkan tenggelam dalam kesibukan dan pikirannya sendiri, memandang langit, roket, dan laut sebagai simbol jarak yang tak mampu ia jembatani.

Bagian ini menegaskan Takaki semakin terasing secara emosional, tidak hanya dari Akari yang telah lama terpisah, tetapi juga dari orang-orang yang tulus mencintainya di masa kini.

“Cosmonaut” memperlihatkan kesepian yang sunyi dan menyadarkan bahwa ketidakmampuan melepaskan masa lalu dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk meraih kebahagiaan di depan mata.
 
 Bagian ketiga yang berjudul “5 Centimeters Per Second” menjadi puncak emosional sekaligus penutup dari keseluruhan kisah.

Pada bagian ini, Takaki digambarkan telah beranjak dewasa dan menjalani kehidupan sebagai pekerja di kota besar.

Namun, di balik rutinitas yang tampak normal, ia hidup dalam kesepian dan kehampaan batin. Hubungannya dengan Akari benar-benar terputus, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional.

Waktu yang terus berjalan membuat kenangan masa lalu semakin jauh, sementara perasaan yang tak pernah tersampaikan justru terus membayangi langkah hidupnya.

Bagian ini memperlihatkan bagaimana jarak dan waktu tidak selalu memutus cinta secara cepat, melainkan menggerogotinya perlahan hingga yang tersisa hanyalah penyesalan dan kenangan.

Judul “5 Centimeters Per Second”  merangkum makna film secara keseluruhan.

Kecepatan jatuhnya kelopak bunga sakura melambangkan proses perpisahan yang berjalan sangat lambat, nyaris tak terasa, tetapi pasti.

Sama seperti hubungan Takaki dan Akari, jarak di antara mereka tidak tercipta dalam satu momen besar, melainkan melalui rangkaian peristiwa kecil, keputusan hidup, dan waktu yang terus bergerak tanpa menunggu.

Metafora ini menegaskan bahwa perpisahan sering kali tidak datang secara dramatis, tetapi hadir secara diam-diam, meninggalkan luka yang baru terasa ketika segalanya sudah terlambat untuk diperbaiki.

Pada akhirnya, bagian ketiga menekankan tema penerimaan yang pahit namun realistis. Takaki dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak semua perasaan memiliki akhir yang bahagia, dan tidak semua cinta ditakdirkan untuk bersatu.

Pertemuan singkat yang hanya terjadi dalam ingatan menjadi isyarat bahwa masa lalu tidak bisa diulang, seberapa pun besar keinginan untuk kembali. 
  

Baca juga: 3 Fakta Anime 5 Centimeters Per Second 2026 Kembali Tayang Di Bioskop

 

(MG Dara Anggun Feroynica Dzulhy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.