TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar duka yang menyayat hati kembali datang dari Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Setelah dilakukan pencarian intensif menembus medan terjal, satu orang korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport akhirnya ditemukan pada Minggu (18/1/2026).
Penemuan ini menjadi titik terang sekaligus duka mendalam bagi keluarga 10 penumpang yang berada di dalam pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.
Kabar penemuan satu korban dalam kondisi tak bernyawa ini dibenarkan langsung oleh Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Saat mengunjungi posko darurat di Desa Tompobulu, ia memastikan tim sedang berjuang membawa raga korban turun.
"Bahwa betul telah ditemukan satu orang korban dan sedang dievakuasi melalui jalur pendakian," ucap Mayjen TNI Bangun Nawoko dengan nada berat, dikutip dari Tribun Timur.
Baca juga: 7 Mantan Pacar Aurelie Moeremans Sebelum Dinikahi Tyler Bigenho, Termasuk Marcello Tahitoe
Proses evakuasi berlangsung sangat dramatis.
Pangdam yang terus memantau situasi melalui sambungan Handy Talky (HT) melaporkan bahwa cuaca di puncak Gunung Bulusaraung berubah menjadi sangat ekstrem.
Sempat cerah berawan, kini posko di Desa Tompo Bulu justru diguyur hujan deras.
Kabut tebal pun mulai turun menutupi perkampungan, sementara jarak pandang di titik penemuan jenazah dilaporkan sangat minim.
Pesawat yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar ini membawa 7 orang kru yang bertugas dan 3 orang penumpang dari pihak Kementerian.
Berikut adalah identitas lengkap mereka:
Baca juga: 7 Pria Mantan Pacar Aurelie Moeremans: Roby Tremonti, Marcello Tahitoe hingga Giorgino Abraham
Kru Pesawat:
Capt Andy Dahananto (Pilot)
SIC FO M Farhan Gunawan (Co-Pilot)
FOO Hariadi
EOB Restu Adi P
EOB Dwi Murdiono
Flight Attendant Florencia Lolita (Pramugari)
Flight Attendant Esther Aprilitas (Pramugari)
Penumpang (Pihak KKP):
8. Deden
9. Ferry
10. Yoga
Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk evakuasi jalur udara (helikopter), tim gabungan terpaksa membawa jenazah melalui jalur pendakian.
Medan yang licin akibat hujan dan bebatuan terjal di Pegunungan Bulusaraung menjadi tantangan hidup dan mati bagi tim evakuasi di lapangan.
Hingga saat ini, petugas medis masih menunggu di posko bawah untuk melakukan proses identifikasi awal terhadap jenazah yang berhasil dibawa turun.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)