Billy Mambrasar Sebut Pembangunan Industri Pupuk di Fakfak Positif bagi Ekonomi Papua
January 18, 2026 04:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menilai rencana pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat akan memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian Papua.

Dalam rilis pers yang diterima TribunPapuaBarat.com, Minggu (18/1/2026), Billy menyebut pembangunan industri pupuk di Fakfak dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong hilirisasi di kawasan timur Indonesia.

“Pembangunan industri pupuk di Fakfak dapat memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong hilirisasi di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Billy menjelaskan, selama ini biaya logistik pupuk menjadi salah satu beban terbesar dalam pengembangan sektor pertanian di Papua. 

Biaya pengiriman pupuk bahkan bisa mencapai hampir sepertiga dari total biaya produksi petani.

“Bayangkan ketika terjadi hilirisasi pupuk, maka biaya logistiknya akan lebih murah,” katanya.

Baca juga: Menteri Bahlil soal Pembangunan Pabrik Pupuk di Fakfak: Lokasinya Pindah ke Tomage

Dengan biaya logistik yang lebih efisien, produk pertanian Papua diyakini akan lebih kompetitif.

Penurunan biaya produksi diharapkan berdampak positif pada peningkatan daya saing komoditas pertanian.

Selain itu, produktivitas petani juga akan meningkat karena akses pupuk lebih dekat dan mudah.

Berdasarkan data, pembangunan industri pupuk di Kabupaten Fakfak diproyeksikan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Proyek ini digarap oleh PT Pupuk Indonesia dengan tujuan memperkuat ketahanan pangan, mendukung program food estate, serta menekan biaya logistik di Papua.

Baca juga: Pupuk Indonesia Mulai Bangun Konstruksi Fisik Pabrik Fakfak Tahun 2026

Industri pupuk yang dibangun di Distrik Tomage ini ditargetkan memproduksi 1,15 juta ton urea dan 825.000 ton amonia per tahun, dengan investasi mencapai puluhan triliun rupiah.

Billy Mambrasar menambahkan, pembangunan industri pupuk tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian Papua. 

Ketersediaan bahan baku pupuk berupa gas alam di Papua membuka peluang hilirisasi sumber daya alam bernilai tambah, sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja.

“Dampak bergandanya itu luar biasa, dari sisi income, revenue, sampai penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.