TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Lelah menagih janji Pemkab Mamuju terkait perbaikan jalan yang tak kunjung diperbaiki, warga Lingkungan Padang Panga, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat memilih memperbaiki jalan rusak secara swadaya, Minggu (18/1/2026).
Lokasi jalan rusak tersebut berada kurang dari 1 kilometer dari Kantor Bupati Mamuju.
Pantauan di lokasi, warga dari berbagai usia bahu-membahu mengerjakan pengecoran jalan.
Baca juga: Satu Korban Pesawat ATR Jatuh Ditemukan Dalam Jurang Gunung Bulusaraung
Baca juga: 1 Korban Pesawat ATR Jatuh di Bulusaraung Dikabarkan Ditemukan, Dievakuasi ke Posko Desa Tompo Bulu
Kondisi jalan yang sebelumnya berupa tanah bergelombang dan berbatu tajam, kini ditutup dengan adukan semen.
Warga menggunakan alat seadanya seperti cangkul dan sekop untuk mengaduk semen, pasir, dan kerikil secara manual.
Gerobak dorong (artco) untuk mengangkut adukan beton ke titik-titik lubang yang dalam.
Ember plastik untuk menyiram air guna memastikan campuran semen merata.
Meski dikerjakan secara manual tanpa alat berat, warga terlihat antusias membagi tugas.
Ada yang bertugas meratakan semen, ada pula yang mengangkut material dari tumpukan di pinggir jalan.
Dana yang digunakan untuk membeli material sepenuhnya berasal dari sumbangan warga.
"Perbaikan jalanan ini karena saatnya masyarakat bertindak. Ini adalah dana swadaya masyarakat, tidak ada sedikitpun bantuan dari pemerintah, satu Ringgit pun tidak ada," ujar Ketua RT 02 Lingkungan Padang Panga, Kasim .
Kasim menjelaskan, jalan yang menghubungkan Jalan Kakaktua dengan Lingkungan Purbas ini sebelumnya sempat dijanjikan akan diperbaiki pada 2025 melalui hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2024.
Namun, hingga memasuki awal 2026, realisasi pembangunan tersebut tidak kunjung terlihat.
Sebaliknya, warga justru diminta untuk kembali melakukan pengusulan ulang.
"Kami sudah lolos (Musrenbang) dan mau diperbaiki, tapi sampai saat ini belum ada. Kemarin awal tahun 2026 kami rapat lagi, malah diminta pengusulan lagi. Makanya kepala lingkungan sempat protes karena sebelumnya sudah dijanjikan," lanjutnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi