TRIBUNNEWS.COM - Sikap Amerika Serikat yang menerbitkan larangan penerbitan visa bagi 75 negara yang berlaku pada Januari 2026 mulai menimbulkan gejolak.
Kebijakan Amerika Serikat itu akan memberikan pengaruh pada salah satu event olahraga paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2026, yang akan digelar di negeri Paman Sam.
Dari panjangnya daftar negara yang warganya dilarang masuk AS, ada beberapa di antaranya yang termasuk peserta Piala Dunia.
Negara seperti Brasil, Maroko, Uruguay, hingga Pantai Gading menjadi beberapa yang akan terkena imbas itu.
Baca juga: Eropa Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Akibat Ambisi Trump Caplok Greenland
Pemerintah AS memang sudah memberikan pengecualian kepada para pemain dan staf yang nantinya akan tampil di Piala Dunia 2026 untuk bisa tetap masuk ke negara super power itu.
Namun pengecualian itu tak berlaku bagi para penggemar dari negara yang sama.
Padahal acara olahraga apapun bakal bergantung pada para penggemar yang akan memeriahkan.
Dukungan dari barisan suporter tersebut juga akan menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain yang bertanding di atas lapangan.
Situasi rumit yang ada di Amerika Serikat mulai membuat beberapa negara gerah.
Salah satunya adalah Inggris yang mulai memunculkan wacana agar Amerika Serikat dilarang tampil di ajang olahraga bergengsi, termasuk Piala Dunia.
Empat partai di Inggris, yaitu Partai Buruh, Partai Liberal Demokrat, Partai Green, dan Plaid Cymru, menjadi pihak yang paling getol mengusulkan itu, sebagaimana dikutip dari BBC.
Bahkan gagasan lain dari beberapa partai itu adalah memindahkan event Piala Dunia 2026 keluar dari Amerika Serikat.
Meski demikian, belum ada tanggapan dari FIFA terkait masalah ini.
Organisasi pimpinan Gianni Infantino itu malah sibuk mempromosikan event dengan berbagai postingan di akun media sosial mereka.
Padahal Piala Dunia 2026 akan digelar kurang dari 150 hari lagi.
Negara-negara yang masuk daftar banned itu pastinya menginginkan solusi dari kacamata dunia olahraga oleh FIFA.
Dalam hal ini, FIFA memiliki kekuatan untuk melakukan lobi besar kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Paling tidak, kelonggaran walaupun sedikit akan menjadi tarik ulur yang bagus dari kedua kubu nantinya.
Event Piala Dunai 2026 akan digelar pada 11 Juni - 19 Juli 2026 mendatang.
(Tribunnews.com/Guruh)