Andil Pemilik Warung Selama Pencarian Pesawat ATR 42-500, Hadna Kelabakan Layani Relawan
January 18, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM - Di tengah kesunyian lereng Gunung Bulusaraung, sebuah warung sederhana mendadak menjadi pusat kehidupan. 

Hadna (50), pemilik satu-satunya warung di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, kini memegang peran tak terduga dalam operasi besar pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan tersebut.

Desa Tompo Bulu bukanlah pemukiman biasa. Terletak di ketinggian 950 meter di atas permukaan laut (mdpl), desa ini adalah titik terakhir sebelum pendakian ekstrem ke puncak Bulusaraung dimulai. 

Baca juga: Kesaksian Warga Ungkap Detik-detik Pesawat ATR 42-500 Jatuh, Sempat Terdengar Suara Dentuman Keras

Jaraknya yang mencapai 17 kilometer dari pusat Kecamatan Pangkajene menjadikan warung milik Hadna sebagai tumpuan utama bagi siapa saja yang berada di sana.

Pusat Kesibukan di Depan Posko

Sejak posko pencarian didirikan tepat di halaman kantor desa—hanya selemparan batu dari pintu warungnya—ritme hidup Hadna berubah total. 

Halamannya yang biasanya tenang, kini dipadati kendaraan relawan, tim gabungan, dan jurnalis yang datang dari berbagai daerah.

“Stok makanan dan minuman ludes. Banyak relawan dan tim gabungan belanja di sini karena memang ini satu-satunya tempat,” ujar Hadna dikutip dari Tribun-Timur.com.

Kesibukan ini bukan tanpa alasan. Lokasi jatuhnya pesawat yang berjarak sekitar 47 km dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini memiliki medan yang berat. 

Penghubung Informasi Lewat Selembar Voucher

Bukan hanya perut yang harus diisi, kebutuhan akan informasi juga menjadi krusial. 

Di wilayah pegunungan yang minim akses komunikasi, voucher internet yang dijual Hadna menjadi barang yang paling diburu.

Selembar voucher internet dari warung Hadna menjadi "nyawa" bagi para jurnalis untuk mengirimkan laporan terkini ke meja redaksi, serta bagi para relawan untuk tetap terhubung dengan keluarga di rumah.

Bagi Hadna, ini bukan sekadar soal meraup untung dari ramainya pembeli. 

Di balik habisnya stok dagangannya, ada rasa tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan para pejuang kemanusiaan itu terpenuhi. 

Di kaki Bulusaraung yang dingin, warung Hadna kini menjadi simbol hangatnya dukungan warga lokal bagi misi kemanusiaan yang sedang berlangsung.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.