TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Setelah mengangkat 1.186 PPPK Paruh Waktu, Wali Kota (Wako) Dumai Paisal menegaskan kepada seluruh PPPK Paruh Waktu untuk tidak mendekati praktik judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol).
Paisal meminta seluruh PPPK Paruh Waktu untuk menjaga integritas dan fokus pada tugas pelayanan publik, bahwa keterlibatan dalam aktivitas judi maupun pinjaman daring dapat merusak moral, keuangan, serta kinerja pegawai.
"Setelah diangkat PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemko Dumai, terlebih pejabat untuk tidak mendekati judi online maupun pinjaman online. Jalani hidup sederhana saja," tegasnya, Minggu (18 /1/2026 )
Menurutnya, kehidupan PPPK Paruh waktu yang sudah menjadi Aparatur Sipil negera (ASN) seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan sebaliknya ikut terseret dalam perilaku konsumtif dan instan.
Ia mengingatkan bahwa gaji dan tunjangan yang diterima sudah sepatutnya digunakan secara bijak untuk kebutuhan hidup dan keluarga, terlebih sudah menjadi ASN penghasilannya sudah cukup, jangan mementingkan kesenangan sesaat yang justru menimbulkan masalah.
Dijelaskanya, banyak orang yang akhirnya terjerat karena gaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilan.
Awalnya mungkin hanya mencoba, tapi akhirnya ketagihan dan terlilit masalah. Ini yang harus dihindari.
Baca juga: Status Siaga Banjir Riau Hingga 31 Januari, BPBD Akui Karhutla Sudah Landa Dumai
Paisal menilai, kemajuan teknologi informasi saat ini memang membawa kemudahan, tetapi sekaligus tantangan. Berbagai aplikasi daring menawarkan kemudahan meminjam uang tanpa jaminan, sementara situs judi dengan sistem taruhan digital semakin mudah diakses.
Ia menegaskan, dampaknya bukan hanya pada keuangan pribadi, tapi juga bisa merusak rumah tangga, bahkan menurunkan konsentrasi kerja.
Paisal meminta kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap para bawahannya, dan meminta agar setiap pimpinan satuan kerja aktif memantau dan mengingatkan pegawai di lingkungannya agar tidak terlibat dalam aktivitas pinjol maupun judol.
"Kepala OPD bisa membantu memantau. Kalau ada yang terlibat, segera lakukan pembinaan dan tindaklanjut sesuai aturan kepegawaian. Jangan sampai masalah pribadi mempengaruhi pelayanan publik," tegasnya
Dirinya menyebut bahwa Pemerintah Kota Dumai akan memperkuat program pembinaan mental dan spiritual bagi ASN melalui kegiatan keagamaan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan ketahanan moral pegawai terhadap godaan dunia.
"Jangan karena ingin tampil lebih dari yang lain lalu mencari jalan pintas. ASN harus bisa jadi contoh, bukan malah jadi beban. Mari kita jaga diri dan keluarga dari hal-hal yang merugikan," pungkasnya
( Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra )