Jakarta (ANTARA) - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyebutkan penyediaan bus gratis dan kemudahan pendaftarannya merupakan solusi mengalihkan pemudik motor ke transportasi yang lebih aman saat mudik Lebaran 2026.

"Mudik menggunakan sepeda motor sangat tidak dianjurkan karena risiko kecelakaan yang tinggi, terutama jika membawa muatan barang berlebih atau berboncengan lebih dari satu orang," kata Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat itu dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurut Djoko, sepeda motor tetap menjadi pilihan karena jauh lebih ekonomis dibanding tiket transportasi umum yang harganya melonjak dua kali lipat saat Lebaran.

Selain faktor biaya, pemudik memilih motor demi fleksibel waktu istirahat, meskipun risiko kecelakaan tetap membayangi sepanjang perjalanan.

Karena itu, dia berpendapat bahwa Pemerintah perlu mengalihkan anggaran mudik gratis sepeda motor untuk menambah kuota bus mengingat selama ini penyerapannya kurang dan tidak efektif mengurangi kepadatan motor di jalan raya.

Terlebih, ketersediaan sepeda motor di daerah sudah melimpah sehingga pemudik tetap bisa bersilaturahmi menggunakan kendaraan milik keluarga atau jasa sewa lokal.

Data Korlantas Polri menunjukkan penurunan signifikan pada angka kecelakaan Lebaran 2025, termasuk penurunan korban meninggal sebesar 47 persen dan kematian di jalan tol hingga 72 persen.

Meski demikian, menurut Djoko, keterlibatan sepeda motor tetap menjadi perhatian serius. Hal ini dipicu kurang memadainya angkutan umum lokal di daerah yang memaksa pemudik tetap membawa sepeda motor.

"Oleh karena itu, edukasi mengenai pembatasan muatan dan kewajiban istirahat menjadi kunci keselamatan yang tidak bisa ditawar," kata dia.

Djoko menyampaikan, pemerintah wajib mengembalikan anggaran keselamatan dan berani melarang tegas penggunaan sepeda motor bagi pemudik dengan anak-anak.

"Keberhasilan mudik Lebaran 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas, melainkan sejauh mana negara mampu melindungi setiap warganya tanpa mengorbankan roda ekonomi nasional," katanya.