Informasi terbaru kembali terungkap terkait Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami insiden jatuh di Sulawesi Selatan.
Florencia diketahui telah memiliki rencana untuk menikah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Yanti (46), salah satu anggota keluarga, saat ditemui di rumah keluarga korban di Tondano, Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026).
“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti.
Menurutnya, calon pasangan Florencia atau Ollen, sapaan akrabnya, diketahui berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan.
Meski demikian, pihak keluarga hingga kini masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait keberadaan Ollen, seiring proses pencarian yang masih berlangsung.
“Kami tetap berharap Ollen bisa segera ditemukan,” ucap Yanti.
Diketahui, Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun.
Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya . Baca selengkapnya
Kebakaran terjadi di Kelurahan Papakelan Lingkungan I, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sabtu (17/1/2026) malam.
Peristiwa ini menghanguskan satu rumah warga dan merusak satu rumah lainnya.
Rumah yang terbakar habis diketahui milik keluarga Sumanti Warouw.
Sementara rumah milik keluarga Sumanti Rumbay yang berada di dekat lokasi juga terdampak, dengan kerusakan cukup parah pada bagian dalam bangunan.
Pantauan di lokasi pada Minggu (18/1/2026) sore, rumah keluarga Sumanti Warouw sudah rata dengan tanah.
Bangunan tersebut hanya menyisakan puing-puing dan sisa material yang hangus terbakar.
Sedangkan rumah keluarga Sumanti Rumbay yang merupakan bangunan permanen beton masih berdiri.
Namun bagian plafon serta sejumlah perabotan dan barang mudah terbakar di dalam rumah dilaporkan ludes dilahap api. Baca selengkapnya
RSU GMIM Pancaran Kasih di Jalan Sam Ratulangi, Wenang, Manado, Sulawesi Utara, sempat menerima puluhan pasien yang diduga mengalami keracunan.
Keracunan tersebut terjadi usai peribadatan di Gereja Mawar Sharon Bahu, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan keterangan para perawat, total pasien yang datang pada awal kejadian mencapai 44 orang.
Namun, hanya 14 pasien yang harus menjalani perawatan inap.
"Sepertinya sebagian besar pasien sudah dipulangkan,” ujar salah satu perawat di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, Minggu (18/1/2026).
Saat ini, jumlah pasien yang masih dirawat terus berkurang.
Di Paviliun Ester, tercatat hanya tiga pasien yang masih menjalani perawatan dan seluruhnya masih dirawat inap. Baca selengkapnya
(Tribunmanado.co.id)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini