Di Mata Paman, Farhan Gunawan Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Burusaraung Dikenal Cerdas
January 18, 2026 09:32 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
Farhan Gunawan Co-Pilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) jatuh di gunung Bulusaurung perbatasan Pangkep-Maros, sabtu kemarin (17/1/2026) dikenal sosok anak berprestasi semasa hidup.

Hal tersebut disampaikan Haji Wahyu selaku paman Farhan saaat berada di posko keluarga penumpang yang dibuka di Kantor Divisi Security Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Minggu (18/1/2026).

‎‎"Setauku dia itu selalu juara satu terus di Athirah," ucapnya melansir dari Tribuntimur.com.

‎‎Selain berprestasi di bidang akademik, Farhan juga menonjol di bidang organisasi.

‎‎Ia tercatat pernah menjadi ketua OSIS SMP dan SMA Athirah Makassar.

‎‎Menurut Haji Wahyu, Farhan memang bercita-cita menjadi pilot sejak sekolah. 

‎‎"Dari sejak SMA ada niatnya jadi pilot," ucapnya.

‎‎Sepengetahuan Haji Wahyu, Farhan mengurus dan mendapatkan lisensi penerbangannya dua tahun lalu.

‎‎Farhan lahir di Desa Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. 

 

PESAWAT JATUH - - Potret Muh. Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR 42‑500, alumni SMP dan SMA Sekolah Islam Athirah Makassar. Pesawat ATR 42‑500 milik Indonesia Air Transport jatuh di perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
PESAWAT JATUH - - Potret Muh. Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR 42‑500, alumni SMP dan SMA Sekolah Islam Athirah Makassar. Pesawat ATR 42‑500 milik Indonesia Air Transport jatuh di perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). (Istimewa/Muh. Sauki Maulana)

 

Ia mengenyam pendidikan SMP dan SMA Athirah, Makassar.

‎‎Di Makassar, dari sejak sekolah hingga sekarang, Farhan tinggal di salah satu kompleks di Jalan Urip Sumoharjo.

‎‎Farhan anak pertama dari tiga bersaudara.

Satu adiknya saat ini masih menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, satu lagi masih duduk di bangku sekolah SMA Telkom

‎‎"Nama panggilannya waktu kecil Faang," ucap Haji Wahyu.

 

Detik-detik Pesawat Jatuh

Pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.

Berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini .

Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.

Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendang sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.

"Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.

"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.

Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka.

 

Serpihan Berhasil Ditemukan

Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Transport pun memasuki hari kedua.

Basarnas dan tim gabungan berhasil menemukan serpihan badan pesawat hari ini, Minggu (18/1/2026) sekira pukul 08.30 WITA.

Mengutip Tribun-Timur.com, Serpihan yang ditemukan meliputi bagian jendela, ekor, dan badan pesawat yang tersebar di beberapa titik sekitar lokasi koordinat pencarian.

"Tim Pasgat TNI AU berjumlah 6 orang melakukan air landed di puncak untuk menjangkau serpihan yang ditemukan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Makassar, M Arif.

Meski begitu, ia masih belum mengumumkan apakah tim yang berada di lapangan sudah menemukan korban atau belum.

 

Daftar korban

Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.

Berikut daftar korbannya:

1.⁠ ⁠Capt Andy Dahananto

2.⁠ ⁠SIC FO M Farhan Gunawan

3.⁠ ⁠FOO Hariadi

4.⁠ ⁠EOB Restu Adi P

5.⁠ ⁠EOB Dwi Murdiono

6.⁠ ⁠Flight attendant Florencia Lolita

7.⁠ ⁠Flight attendant Esther Aprilitas

8.⁠ ⁠Deden dari KKP

9.⁠ ⁠Ferry dari KKP

10.⁠ ⁠Yoga dari KKP

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.