Dilaporkan satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 belum berhasil dievakuasi hingga Minggu (18/1/2026) pukul 18.30 WITA.
Kendala cuaca yang buruk, medan yang sulit, serta keterbatasan cahaya menjadi alasan utama tertundanya evakuasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan menyatakan, medan evakuasi cukup ekstrem.
Andi Sultan menjelaskan, upaya evakuasi dengan menarik dari atas tidak berhasil.
Pasalnya, kondisi medan yang terjal dan jarak yang cukup jauh.
Mengingat, korban berada di jurang dengan kedalaman sekira 200 meter.
"Untuk pencarian hari ini kami laksanakan bersama tim dan sudah menemukan satu korban. Namun sampai saat ini belum bisa dievakuasi karena terkendala kondisi cuaca," kata Andi Sultan, di posko Tompo Bulu, Pangkep, Minggu (18/1/2026).
Atas kondisi tersebut, tim SAR yang berada di lokasi memutuskan untuk mendirikan camp.
Mereka akan melanjutkan proses evakuasi pada besok Senin (19/1) sekira pukul 05.00 demi keselamatan personel.
Pihaknya berharap esok hari kondisi cuaca lebih mendukung.
Sebelumnya, jenazah korban ditemukan pada Minggu (18/1) sekira pukul 14.20 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar membenarkan saat evakuasi korban terjadi hujan lebat disertai kabut tebal di kawasan puncak Gunung Bulusaraung.
Pihaknya juga menyatakan, korban tersebut berjenis kelamin laki-laki.