TRIBUNNEWS.COM - Upaya memperluas basis investor ritel di pasar modal Indonesia terus dilakukan melalui penguatan akses dan integrasi layanan digital. PT OCBC Sekuritas Indonesia (“OCBC Sekuritas”) bersama PT Inovasi Finansial Teknologi (“Makmur”) resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Kemitraan ini membuat pengguna dapat mengakses saham dan reksa dana dalam satu aplikasi.
Melalui kerja sama ini, Makmur memperluas cakupan instrumen investasinya, sementara OCBC Sekuritas menghadirkan kapabilitas pasar modal yang terintegrasi melalui pendekatan business-to-business (B2B).
Sinergi kedua perusahaan diharapkan dapat mendorong kemudahan berinvestasi sekaligus menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, khususnya investor ritel.
Baca juga: Lampaui Target, Realisasi Investasi Tahun 2025 Tembus Rp 1.931,2 Triliun
Peresmian kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada 13 Januari 2026 di Kantor OCBC Sekuritas, Jakarta.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, dan Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan.
Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas akses pasar modal secara inklusif.
Menurutnya, penguatan kemitraan lintas pelaku industri menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan pasar modal yang lebih sehat dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari OCBC Group Singapura, OCBC Sekuritas memiliki pengalaman panjang dalam menyediakan solusi investasi pasar modal yang aman dan inovatif bagi nasabah individu, korporasi, maupun institusi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, menyoroti masih lebarnya kesenjangan partisipasi investor saham di Indonesia. Hingga November 2025, jumlah investor pasar modal tercatat sekitar 19,67 juta, namun investor saham dan surat berharga lainnya baru mencapai 8,31 juta.
“Artinya, kurang dari separuh investor pasar modal aktif berinvestasi di saham. Dengan basis penduduk usia dewasa yang besar, potensi pertumbuhan investor saham masih sangat terbuka,” ujarnya.
Jumlah Investor Saham Meningkat
Sander menambahkan, meskipun jumlah investor saham dan surat berharga lainnya tumbuh 32,46 persen secara tahunan (year-on-year) per November 2025, tingkat penetrasinya masih relatif rendah dan terkonsentrasi di Pulau Jawa. Integrasi fitur saham di platform Makmur diharapkan dapat memperluas jangkauan geografis sekaligus meningkatkan partisipasi investor saham secara bertahap.
Dari sisi pengembangan produk, Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, menyampaikan bahwa penambahan fitur saham sejalan dengan komitmen Makmur untuk menyediakan pilihan instrumen investasi yang lebih lengkap.
Sebagai platform investasi digital yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Makmur selama ini dikenal melalui penyediaan produk reksa dana terkurasi dan instrumen pasar modal lainnya.
Selain memperluas akses, Makmur juga menekankan pentingnya literasi dan kualitas pengambilan keputusan investor.
Penyediaan data laporan keuangan emiten, ringkasan broker flow, hingga broker distribution diharapkan dapat membantu investor memahami dinamika pasar secara lebih komprehensif dan mengambil keputusan investasi yang lebih terukur.
Melalui kemitraan strategis ini, OCBC Sekuritas dan Makmur menargetkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem investasi yang lebih inklusif, transparan, dan efisien, sekaligus mempercepat perluasan basis investor ritel di pasar saham Indonesia.