Peringatan Israk Mikraj di Nagan, Wabup Raja Sayang Ajak Warga Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial 
January 18, 2026 09:36 PM

 

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemkab Nagan Raya menggelar tausiah keagamaan dalam rangka menyambut peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berlangsung usai Shalat Subuh di Masjid Agung Baitul A’la (Masjid Giok), Minggu (18/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wabup Raja Sayang,  Forkopimda, kepala perangkat daerah serta para Pejuang Jamaah Subuh (Pejasuh) dari  Nagan Raya dan masyarakat Shubuh Keliling (Shuling) Aceh Barat Daya yang khusus datang ke Nagan Raya.

Tausiah Isra Mikraj serta doa dipimpin Abi Muhammad Syah selaku Pimpinan Pesantren Minhajul ‘Alimin Nagan Raya.

Wabup Raja Sayang menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa agung yang sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam, khususnya terkait perintah Salat lima waktu sebagai fondasi keimanan serta sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Isra Mikraj mengajarkan kepada kita betapa pentingnya salat sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Raja Sayang.

Wabup juga menyinggung musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nagan Raya beberapa waktu yang lalu, khususnya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. 

Menurutnya, musibah tersebut tentu memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat.

“Namun berkat pertolongan Allah SWT, kebersamaan masyarakat, serta kerja keras seluruh pihak, kondisi pascabanjir saat ini secara bertahap mulai membaik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemkab Nagan Raya terus melakukan berbagai upaya pemulihan dan pembenahan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Raja Sayang berharap momentum peringatan Isra Mikraj ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat persaudaraan antarsesama umat Islam.

“Mari kita saling membantu, saling mendoakan, dan saling menguatkan, khususnya bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” pintanya.

Baca juga: Kasus Sopir asal Jabar Meninggal Tergantung di Truk, Polres Nagan Raya Serahkan Jenazah ke Keluarga

Plt Kepala Dinas Syariat Islam Nagan Raya, Anzani SAg menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. 

"Kemudian meningkatkan pemahaman umat terhadap makna salat sebagai perintah langsung dari Allah SWT, serta menanamkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan," kata Anzani. 

Dalam tausiahnya, Abi Muhammad Syah menyampaikan kilas balik sejarah peristiwa Isra Mikraj yang dialami Rasulullah SAW, mulai dari perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha untuk berjumpa dengan Allah SWT dan menerima perintah salat lima waktu sehari semalam.

“Perintah salat ini diambil langsung oleh Rasulullah SAW dari Allah SWT. Berbeda dengan perintah lainnya seperti puasa dan zakat yang disampaikan melalui perantaraan Malaikat Jibril. Oleh karena itu, sangat besar dosanya bagi setiap umat Islam yang meninggalkan salat,” tegas Abi Muhammad Syah.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.