DANA Per STT Terima Rp2,5 Juta, Pemkab Tetap Gelontorkan Subsidi Pembuatan Ogoh-ogoh di Jembrana!
January 18, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Dana subsidi pembuatan ogoh-ogoh untuk Sekaa Taruna Truni (STT) se-Kabupaten Jembrana untuk menyambut rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 tetap diberikan. Nilainya masih sama dengan tahun lalu, yakni Rp2,5 juta per masing-masing STT.

Sementara total hadiah untuk mereka yang mengikuti lomba pementasan ogoh-ogoh mencapai Rp60 juta. Khusus untuk Juara I Lomba, total dana yang diperoleh mencapai Rp32,5 Juta.

Namun begitu, dari ratusan STT yang ada di Gumi Makepung, puluhan Sekaa di antaranya justru tak memanfaatkan dana subsidi tersebut.

Ada berbagai kendala yang dihadapi seperti STT yang mati suri karena tak ada kepengurusan atau struktur organisasinya, kemudian ada yang tidak memiliki sejumlah dokumen serta lainnya. 

Pada tahun 2025 lalu, dari 280an STT yang ada di Jembrana, tercatat hanya sekitar 220an saja. Sehingga, penyaluran anggaran tak maksimal.

"Tahun ini kita masih tetap memberikan subsidi dana pembuatan ogoh-ogoh untuk seluruh STT," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara saat dikonfirmasi, Minggu (19/1). 

Baca juga: IBU Diduga ODGJ Melahirkan di Pantai, Dievakuasi ke Rumah Aman, NP Tidak ada Keluarga di Buleleng!

Baca juga: BALI Kembali Tuan Rumah Dharma Santi Nyepi Nasional 2026, Momentum Simakrama Umat Hindu di Nusantara

Sementara itu, Kepala Bidang Adat, Tradisi dan Warisan Budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jembrana, I Gede Suartana menambahkan, selain pemberian subsidi dana pembuatan ogoh-ogoh, pelaksanaan lomba juga bakal tetap berlangsung. Saat ini, pihak Disparbud masih menyusun kriteria lomba bersama tim juri.

"Di tingkat kabupaten bakal ada 3 ogoh-ogoh terbaik sebagai perwakilan lomba dari masing-masing Kecamatan," sebutnya.

Dia melanjutkan, selain subsidi masing-masing STT, mereka yang menjadi perwakilan kecamatan bakal menerima dana pementasan senilai Rp10 juta. Nilai ini dirancang masih tetap dengan tahun sebelumnya. 

Suartana berharap, seluruh STT dapat memenuhi seluruh kriteria pembuatan ogoh-ogoh seperti yang diberlakukan tahun sebelumnya. Misalnya, menggunakan bahan yang ramah lingkungan, dengan tinggi minimal 3 meter dan maksimal 4 meter dari tanah. Kemudian, yang paling ditekankan adalah mengenai tema yang digunakan tidak mengandung politik dan SARA.

"Selain itu juga dilarang menjiplak atau meniru karya yang sebelumnya sudah pernah dibuat STT lain atau daerah lainnya," tegasnya. (mpa)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.