TRIBUN-BALI.COM - Wanita berisinial NP, yang sebelumnya ditemukan melahirkan di pesisir pantai Sangsit, Kecamatan Sawan saat ini telah dievakuasi. Ia sementara dititip di Rumah Aman 'Kasih Sayang', yang berlokasi di Desa Tegalinggah, Kecamatan Sukasada.
Diketahui, NP merupakan wanita dengan riwayat gangguan jiwa (ODGJ). Perempuan berusia 21 tahun ini seorang diri di Buleleng. Sebab berdasarkan identitasnya, NP merupakan warga asal Kecamatan Warmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Pun statusnya belum menikah.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengungkapkan, sekitar dua tahun lalu NP sempat dibawa ke RSJ Provinsi Bali di Bangli. Namun tanpa sepengetahuan pihak dinas, ternyata dia kembali ke wilayah Sangsit.
Baca juga: BALI Kembali Tuan Rumah Dharma Santi Nyepi Nasional 2026, Momentum Simakrama Umat Hindu di Nusantara
Baca juga: KAGET Jro Mangku Lihat Atap Pelinggih Keluar Asap, Gedong Kawitan Pura Karang Buncing Terbakar !
"Informasinya tidak ada keluarga di Buleleng. KTP-nya juga masih Papua Barat. Dengan demikian kami anggap yang bersangkutan terkategori tidak ada keluarga atau terlantar," ucapnya, Minggu (18/1).
Selama di Sangsit, NP tinggal di sebuah pondokan/gubuk milik warga, yang berlokasi di sekitar pesisir pantai. Mendapat informasi NP telah melahirkan, pihak dinas segera memberikan perlindungan dan penanganan terhadap ibu dan bayi yang baru dilahirkan.
"Selanjutnya ibu dan bayi kami bawa ke Unit Gawat Darurat Puskesmas I Sawan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, kondisi NP dan bayinya dinyatakan sehat. Bayi laki-laki tersebut lahir dengan berat badan 2,9 kilogram dan proses persalinan berlangsung dengan baik.
Setelah kondisinya membaik, Dinsos Buleleng memfasilitasi penitipan NP dan bayinya di Rumah Aman 'Kasih Sayang'. Penempatan ini dilakukan guna memastikan ibu dan bayi mendapatkan perlindungan, pengasuhan, serta perawatan lanjutan secara optimal. "Untuk pemenuhan kebutuhan dasar, itu sudah difasilitasi oleh yayasan," ujarnya.
Walaupun memiliki riwayat gangguan jiwa, NP masih bisa diajak komunikasi. Hanya saja komunikasi tidak bisa terlalu lama. Kariaman mengaku akan memfasilitasi pengobatan lanjutan terhadap kondisi kejiwaannya NP.
"Kita akan fasilitasi untuk perawatan kesehatannya. Di RSUD sudah ada poli kejiwaan, jadi kita akan fasilitasi untuk berobat di sana, supaya bisa lebih baik lagi agar bisa merawat bayinya. Karena dari kemarin dia bisa memberikan ASI pada bayinya. Menurut ceritanya pada saat bayinya lahir, sebelum ada orang datang dia sudah memberikan ASI untuk bayinya," ungkapnya. (mer)