Gen Z dan Milenial Diajak Ikut Terjun Aksi Kemanusiaan, BNPA Bakal Turun ke Wilayah Bencana  
January 19, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Tokoh muda nasional, Aditiya Bangun Saputra, menggagas gerakan sosial bertajuk Barisan Nasional Pemuda Aksi (BNPA).

Hal itu, kata dia merupakan wadah bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, untuk terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, BNPA hadir sebagai respons atas maraknya aktivitas di ruang digital yang kerap dipenuhi perdebatan dan komentar negatif, namun minim solusi konkret terhadap persoalan sosial di lapangan.

“BNPA mengajak Gen Z dan Milenial untuk bergerak aktif melalui tindakan nyata. Kami percaya, aksi langsung jauh lebih bermakna dibandingkan perdebatan yang justru memperkeruh situasi,” ujar Aditiya, Minggu (18/1/2026).

Aceh Jadi Prioritas Awal

Sebagai langkah awal, BNPA menetapkan Aceh Tamiang sebagai wilayah prioritas program.

Daerah tersebut diketahui menjadi salah satu kawasan yang terdampak paling parah akibat banjir bandang di wilayah utara Sumatera.

Selain Aceh Tamiang, BNPA juga akan menyalurkan bantuan logistik serta menerjunkan relawan ke sejumlah wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, termasuk daerah-daerah yang masih terisolasi.

Tak hanya fokus pada bantuan fisik, BNPA juga menaruh perhatian besar pada pemulihan psikologis anak-anak korban bencana.

Aditiya mengatakan, pihaknya berencana membentuk Posko Pemulihan Mental Anak untuk membantu anak-anak mengatasi trauma pascabencana.

“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Mereka harus dipulihkan kembali secara mental dan psikologis setelah mengalami trauma akibat kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Inilah konsentrasi utama kami,” tegas Aditiya.

Aksi kemanusiaan BNPA melibatkan relawan dari berbagai latar belakang dan mendapatkan sambutan positif dari kalangan pemuda. 

Antusiasme Gen Z dan Milenial dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepedulian generasi muda dalam membantu meringankan beban pemerintah pada masa pemulihan pascabencana.

Aditiya menegaskan, BNPA tidak bertujuan menggantikan peran pemerintah, melainkan hadir sebagai mitra sosial yang bergerak atas dasar kemanusiaan dan nasionalisme.

Dengan semangat gotong royong dan solidaritas nasional, ia berharap BNPA mampu menjadi motor penggerak aksi sosial pemuda Indonesia yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan berdampak luas.

“BNPA murni menjadi wadah kepedulian. Kami ingin hadir membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana sebagai bentuk nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ke depan, gerakan ini akan menjadi program jangka panjang yang menjangkau berbagai daerah di seluruh pelosok negeri,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.