Medan (ANTARA) - Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto mengatakan disiplin dengan tugas masing masing menjadi kunci utama kemenangan anak anak asuhnya tersebut saat melawan tuan rumah Persiraja Banda Aceh.

"Persiapan matang dan disiplin tinggi dan tetap menjalankan instruksi menjadi kunci kebangkitan PSMS setelah sempat tertinggal," katanya saat dihubungi dari Medan, Minggu malam.

PSMS Medan meraih kemenangan penting setelah menundukkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H. Dhimurtala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu malam.

Hasil ini membuat tim berjuluk Ayam Kinantan naik ke peringkat lima klasemen sementara dengan koleksi 23 poin, sementara Persiraja harus turun ke posisi keenam dengan poin yang sama.

Bertindak sebagai tuan rumah, Persiraja sempat unggul lebih dulu melalui gol Juan Mera Gonzales, pada menit ke-34.

Kendati Persiraja tampil komplet dengan tiga pemain asing, PSMS Medan yang hanya diperkuat kapten asal Korea, Kim Jeung-ho, mampu menyamakan kedudukan lewat Dani Saputra, pada menit tambahan babak pertama, sebelum akhirnya Adlin memastikan kemenangan tim tamu lewat gol penentu pada menit ke-59.

Lebih lanjut Eko mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu tampil solid meski bermain di kandang lawan.

“Alhamdulillah, tidak mudah main di Aceh. Persiraja tim bagus, pemainnya lengkap dengan pemain asing. Target awal kami mencuri poin, Alhamdulillah malah dapat tiga poin. Apresiasi buat tim, terutama pemain,” katanya.

“Kami sudah persiapkan dengan matang. Walaupun tadi Persiraja unggul dulu, pemain tidak panik, tidak cepat hilang bola. Itu kunci utama. Semua pemain, termasuk debutan, berkontribusi besar karena mereka paham strategi dan filosofi permainan,” katanya.

Atmosfer panas pertandingan juga menjadi tantangan tersendiri bagi PSMS. Dukungan penuh suporter tuan rumah membuat tensi laga meningkat. Namun kata Eko, atmosfer dukungan untuk tim tuan rumah malah menambah semangat skuad PSMS yang datang sebagai tamu.

Sementara terkait kepemimpinan wasit Yudai Yamamoto, ia menilai wasit asal Jepang tersebut cukup baik memimpin jalannya laga tersebut.

“Wasit netral, tidak memihak. Keputusan-keputusannya menurut saya adil untuk kedua tim,” katanya.

Sementara itu, pemain PSMS Medan Zaki Alim menegaskan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim.

“Kami semua kerja keras untuk ambil poin di kandang lawan. Semua pemain menjalankan taktik dari pelatih dengan baik, dan hasilnya bisa kami bawa pulang,” ujarnya.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi PSMS Medan untuk terus bersaing di papan atas klasemen Liga 2 musim ini. Hasil maksimal ini menjadi modal berharga dalam rangkaian tur berikutnya menghadapi Garudayaksa, pemuncak klasemen Grup 1 (Wilayah Barat) pada Minggu (25/1/2026).