TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengungkapkan, 80 persen wilayah Jakarta Utara terendam banjir pada Minggu (18/1/2026).
Banjir disebabkan curah hujan tinggi sejak Sabtu (17/1/2026) malam dan diperparah dengan adanya air pasang laut atau rob di sejumlah titik.
"Kita ketahui bersama sejak malam hujan turun dengan intensitas yang bisa dikatakan cukup ekstrem dan hampir 80 persen wilayah Jakarta Utara ini semuanya ada genangan," kata Hendra.
Dalam rangka pemantauan dan penanganan banjir, Wali Kota Hendra Hidayat bersama jajaran Forkopimko Jakarta Utara, antara lain Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz dan juga Dandim 0502 Jakarta Utara Kolonel Inf. Dony Gredinand juga melakukan patroli siaga bencana.
Hasil patroli siaga bencana, jajaran Forkopimko mendapati beberapa titik yang terendam genangan cukup tinggi, misalnya di Jalan R. E. Martadinata yang mencapai sekitar 70 sentimeter.
Sementara itu, banjir di Jalan Gunung Sahari mencapai sekitar 30-60 sentimeter.
"Air sudah setinggi paha orang dewasa. Kemudian kita lintas lagi, ini jalan Gunung Sahari kita lihat juga ini genangan masih cukup tinggi, masih kurang lebih selutut atau di atas lutut," kata Hendra.
Di kesempatan ini, Hendra mengimbau warga untuk menjaga anak-anaknya agar tidak bermain di luar selama banjir masih menggenangi wilayah.
Pasalnya, dikhawatirkan anak-anak yang bermain air tidak mengetahui adanya benda-benda yang berbahaya di dalam air seperti pecahan kaca atau sejenisnya.
"Kami mengimbau sejak tadi melalui pengeras suara yang ada di mobil operasional kami meminta mereka untuk segera pulang, untuk segera kembali ke rumah. Jangan ada yang bermain air untuk keselamatan dan keamanan diri," ucap Hendra.
"Kita tidak tahu di bawah air di bawah genangan ini mungkin ada kaca, beling, kemudian yang paling berbahaya kan tentunya kalau memang ada selokan yang cukup dalam, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak bisa diinginkan," pungkasnya.